batampos.co.id – Pemko Batam berkoordinasi dengan distributor bahan pokok terkait  ketersediaan stok dan stabilisasi harga pangan di tengah merebaknya Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, memimpin langsung pertemuan dengan puluhan distributor yang tergabung dalam Asosiasi Bahan Pokok Kota Batam (ABPKB) di Lim Kopi Batam Kota, kemarin.

”Pertemuan ini untuk memastikan stok yang ada di distributor. Sekaligus kami ingin tahu berapa banyak yang akan dipesan lagi, ” kata Gustian.

Distributor terlihat satu-satu melaporkan stok pangan yang mereka miliki. Hal ini diperlukan karena di tengah penanganan pandemi, bahan pokok merupakan hal yang
krusial.

”Stok semua komoditi pangan utama yang ada, tak ada masalah untuk tiga bulan ke
depan. Stok pangan enam bulan sampai sembilan bulan, kami bicarakan juga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ketersediaan bahan pokok kini termasuk untuk memenuhi kebutuhan warga yang akan dibantu pemerintah terkait rencana karantina wilayah kelak.

”Sudah termasuk yang ingin dibantu pemerintah itu,” terangnya.

Ilustrasi toko sembako. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut Gustian, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sejak awal meminta pihaknya untuk memastikan pangan untuk Batam tersedia.

Apalagi ada rencana karantina per zona, kebutuhan bahan pokok harus jadi perhatian utama.

”Beliau bahkan sudah menyiapkan surat ke Kementerian Perdagangan. Pak Wali Kota meminta kerja sama antar wilayah seperti Jambi dan Lampung dijemput,” kata dia.

Soal harga, pemerintah dengan distributor sepakat tidak sembarang menaikkan harga.
Termasuk tingkat pengecer juga akan dipantau bahkan hingga ritel.

”Kalau ada yang sembarang menaikkan harga dan tidak wajar, kami akan tindak. Proses sesuai aturan yang berlaku. Dengan distributor sudah sepakat, jangan sampai tingkat pengecer yang main. Masyarakat sudah susah jangan lagi dibuat susah,” papar dia.

Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Satgas Pangan terkait stok yang akan pangan
di distributor. Ini diperlukan agar jangan sampai stok dikira penimbunan.

”Maka dari itu data kami minta juga, supaya bisa dikoordinasikan dengan Satgas. Ini stok untuk kondisi sekarang, bukan penimbunan. Apalagi daerah kita bukan daerah penghasil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ABPKB Batam, Aryanto, mengatakan asosiasi yang diinisiasi oleh Disperindag Kota Batam cukup membantu koordinasi semakin mudah.

”Kami kompak, syukur sudah dibentuk asosiasi ini,” katanya.

Bahkan, kini ABPKB sudah beranggota 52 distributor. Pada prinsipnya, pihaknya akan bersedia membantu pemerintah.

”Demi Kota Batam kami siap membantu. Kami juga berkewajiban untuk pastikan Batam kondusif kebutuhannya. Kita fokus dulu kemanusiaan, belakangi dulu tentang untung,” terangnya.

Bahkan saat imbauan, ia menegaskan kepada seluruh distributor untuk tidak fokus pada keuntungan.

Momentum ini dimaknai sebagai bentuk partisipasi distributor terhadap masyarakat.

”Untung ada asosiasi ini jadi terkoordinir, kalau tak ada susah juga komunikasi,”
ujarnya.

Seorang distributor beras, Herman Wijaya, menyebutkan menyambut baik rencana bersama pemerintah.

Namun ia berharap tidak akan banyak masalah dari daerah asal pangan.

”Selagi dari daerah tak masalah, kitapun tak ada masalah. Kalau ada masalah akan ter-
us kami komunikasi,” jelasnya.(iza)