batampos.co.id – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai terus dikebut meski di tengah gejolak pandemi Covid-19. Manager Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menyebut, progres pembangunannya sudah mencapai 85,3 persen hingga akhir Maret.
”Untuk bangunan waste water treatment plant (WWTP) seluas tujuh hektare di Bengkong Sadai, sedang konstruksi akhir dan sudah rampung 93 persen,” ucapnya.
Sedangkan bangunan utama lainnya seperti Food Chain Reactor (FCR) juga sudah hampir rampung. ”FCR ini mengolah air limbah domestik menggunakan bakteri yang tersimpan dalam media sintetis mirip akar pohon dengan kedalaman 5,5 meter,” ucapnya.
Bangunan lain yang sudah mendekati tahap akhir yakni bangunan komposting yang memiliki peralatan komposting. ”Itu untuk menghasilkan kompos siap pakai dengan kapasitas 18 meter kubik per hari,” ungkapnya.
IPAL Bengkong Sadai direncanakan beroperasi pada Januari 2021 dan akan digunakan untuk mendukung sistem penyediaan air baku di Batam. Air limbah yang diolah oleh IPAL ini menjadi air bersih dan akan didistribusikan ke pabrik-pabrik industri di Batam.
Meski pembangunan di IPAL berlangsung lancar, pembangunan jaringan pipanya masih terkendala dan mengganggu kenyamanan warga. Contohnya di Perumahan Legenda Malaka. Bekas kerusakan di jalan Perumahan Legenda Bali akibat penanaman pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tak kunjung diperbaiki. Jalan yang rusak itu selalu digenangi air kala hujan turun, sehingga mengganggu kenyamanan berlalu lalang di kawasan perumahan tersebut.
”Sudah beberapa bulan, jalan di sini tak kunjung diperbaiki. Padahal dulu janjinya digaransi setelah selesai tanam pipa,” kata warga setempat, Amin Hidayat.
Ia bahkan menyebut, warga perumahan sempat ribut dengan subkontraktor yang bertanggung jawab untuk pekerjaan penanaman pipa IPAL di permukiman tersebut. ”Ini sudah sempat ribut karena pekerjaannya tak tuntas dan yang rugi ya masyarakat di sini,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan dari warga Legenda Bali.
”Saya akan tindak lanjuti. Sebenarnya itu mungkin bukan seluruhnya akibat penggalian pipa. Kita harus cek foto awal, tapi saya akan follow up,” ucapnya. (leo)
