batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan kebijakan terbaru dengan menutup pendaftaran nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia karena adanya wabah Covid-19. Dengan begitu, pasangan yang akan mendaftar nikah, tak bisa langsung datang ke KUA, melainkan dengan mendaftar secara online melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) dengan mengakses laman simkah.kemenag.go.id

Selain itu, dalam aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor P-003/dj.iii/hK.00.7/04/2020 itu juga menyebut, layanan akad nikah tetap bisa dilakukan sesuai jadwal bagi pasangan yang sudah mendaftar sebelum 1 April lalu. Namun, jika lewat dari tanggal tersebut, meski telah mendaftar secara online, namun jadwal akad nikah belum bisa dipastikan.

”Kalau yang bisa ditunda sementara itu, ditunda dulu. Jika tidak bisa, kita lakukan pernikahan sesuai protokol kesehatan yang sudah diatur dalam surat edaran tersebut. Artinya, dalam prosesi akad nikah, dilakukan tidak lebih dari 10 orang, hanya keluarga inti saja,” kata Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar, Sabtu (4/4).

Ia menjelaskan, bagi pasangan yang ingin mendaftarkan pernikahan, bisa dilakukan secara online. Namun, menjelang pernikahan, akan ada penasihat dan pemeriksaan yang tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan. ”Artinya, penerapan social distancing-nya diperhatikan, kita hanya melayani akad nikah saja dan untuk resepsi tidak disarankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bagi pasangan yang sudah terdaftar 11 hari sebelum 1 April kemarin, sudah banyak yang dilaksanakan akad nikahnya. Namun, diharapkan pelaksanaan itu berada di kantor KUA kecamatan masing-masing.

”Hal ini dilakukan berdasarkan surat edaran Kemenag pusat guna menghindari berkumpulnya orang dan adanya keramaian,” jelasnya.

Sementara untuk data terakhir calon pengantin yang sudah mendaftar di KUA, ia belum memilikinya sebab masih berada di KUA masing-masing kecamatan.

Semantara untuk proses akad nikah, juga tidak dibenarkan melalui online, melainkan hanya untuk pendaftaran berkasnya saja. Adapun, yang bisa diunggah untuk pendaftaran online yakni mengakses laman simkah.kemenag.go.id, dengan mengklik daftar nikah, kemudian pilih nikah di mana, dengan memilih Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan dan mengisi tanggal dan jam, kemudian masukkan data calon suami dan istri, lalu checklist dokumen, masukkan nomor ponsel, lalu unggah foto dan kemudian cetak bukti pendaftaran.

”Karena kita ingin mengantisipasi, tentu lebih baik mengikuti edaran dari Pemerintah Daerah dan juga Majelis Ulama. Sedangkan untuk pelaksanaan ibadah saja, diimbau tidak dilakukan di masjid, begitu juga dengan pernikahan guna menghindari keramaian,” terangnya.

Apabila situasi ini sudah kembali normal, maka akan dilakukan seperti sediakala. Kemenag juga memberikan keringanan bagi calon pengantin yang tertunda dan akan ditanyakan kembali kapan bersedia dan menetapkan tanggalnya berdasarkan kesepakatan antara KUA dengan pihak yang akan menikah.

”Jelas kita akan memberikan kemudahan kepada pasangan yang sudah terdaftar dan tertunda pernikahannya. Begitu situasi normal kembali, tentu akan diberikan kemudahan,” tutupnya. (cr1)