batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan selain ada penambahan pasien positif baru, sejauh ini ada 122 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kepri. Jumlah tersebut tersebar 66 di Kota Batam, 32 di Tanjungpinang, 8 di Bintan, 9 Karimun, 3 Anambas, dan 4 Natuna.
Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Kepri ada 1.946. Adapun rinciannya adalah 1.282 di Batam, 149 di Tanjungpinang, 59 di Bintan, 346 di Karimun, 7 di Anambas, 3 di Lingga, dan 100 di Natuna.
“Dari jumlah komulatif tersebut untuk PDP 83 sudah selesai pengawasan. Jumlah yang diperiksa lab sebanyak 105, hasilnya 55 negatif, 40 dalam proses, dan 10 dinyatakan positif. Sedangkan untuk ODP yang selesai pemantauan 851 orang di kabupaten/kota. Adapun yang diperiksa lab 148. Hasilnya 110 negatif, 38 masih dalam proses,” jelasnya.

Tjetjep mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota di Kepri sudah melakukan pemeriksaan rapid test terhadap 427 orang. Adapun hasilnya 414 dinyatakan negatif, dan 13 orang dinyatakan reaktif Covid-19. Jumlah yang reaktif tersebut klasifikasinya adalah di Batam ada 1 Orang Tanpa Gejala (OTG), 2 ODP, dan 1 PDP. Selanjutnya di Tanjungpinang 5 OTG, 3 PDP, dan di Karimun terdapat 1 PDP yang dinyatakan reaktif Covid-19.
Bagi mereka yang hasil rapid test reaktif akan diperkuat dengan PCR Test atau swab tenggorokan ke Puslitbangkes Kemenkes.
“Rapid test kita gunakan untuk tindakan karantina lebih cepat, sehingga ketika dinyatakan reaktif maka bisa diterapkan prosedur lebih lanjut. Meskipun mereka tidak ada menunjukkan tanda-tanda terpapar Covid-19. Karena kesimpulan positif atau negatif adalah melalui PCR Test,” tutup Tjetjep. (jpg/iza)
