batampos.co.id – 10 warga Provinsi Kepri dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil PCR Test di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan angka penderita Corona Virus (Covid-19) di Provinsi Kepri terus bertambah.
Penambahan satu pasien baru terdapat di Kota Batam. Selain itu, belasan warga lainnya juga dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test.
“10 kasus positif masih tersebar di tiga daerah, yakni Kota Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun,” jelasnya, Minggu (5/4/2020).
Di Batam lanjutnya ada lima kasus, Tanjungpinang empat kasus, dan di Karimun tercatat masih satu kasus.
Ia menjelaskan, satu pasien baru di Batam tersebut adalah seorang laki-laki berumur 49 tahun. Berdasarkan hasil wawancara Tim Medis dengan yang bersangkutan diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan bersama istrinya berangkat ke Jakarta dari Bandara Hang Nadim Batam pada pertengahan Maret 2020 lalu.
Sesampainya di Jakarta menggunakan bus Damri menuju Grand Wisata Tambun, Bekasi. Di sana mereka makan di restoran cepat saji. Setelah itu mereka pulang ke rumah di Cluster Water Spring, Kompleks Grand Wisata Tambun menggunakan angkutan online Go-car.
Kata dia, aktivitas selama di Jakarta yang bersangkutan memiliki tempat usaha di Kawasan Industri M.2100 Tambun Cibitung yang saat ini telah berhenti sementara produksinya sehubungan kosongnya ketersedian bahan baku.
Kemudian pada Rabu (18/3/2020), yang bersangkutan kembali sendirian ke Batam melalui Bandara Soekarno-Hatta. Setibanya di Batam sekitar pukul 12.00 WIB langsung menuju rumahnya menggunakan taksi.
Setelah itu menggunakan kendaraan pribadi yang bersangkutan menuju salah satu hotel di kawasan Batam Center untuk menginap mengingat rumahnya saat itu sedang dalam proses renovasi.
Pada hari Rabu itu juga yang bersangkutan merasa demam dan badannya meriang. Ia
mencoba mengatasi dengan meminum Bodrex, dan langsung tidur di hotel tempat yang bersangkutan menginap.

Pada Kamis (19/3/2020) yang bersangkutan menjemput istrinya di Bandara Hang Nadim. Karena badannya masih terasa meriang, dari bandara yang bersangkutan langsung mendatangi IGD RS swasta yang terletak di Batam Center.
Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata suhu badannya 37,6 derajat Celcius. Oleh dokter disarankan untuk berobat langsung ke poli umum.
Karena antreannya lama, yang bersangkutan menuju ke RSUD Embung Fatimah Batam dan setelah diperiksa oleh dokter diberikan resep obat Imunos dan Sanmol yang ditebus di Apotek Kimia Farma Batam Center.
Selanjutnya ia kembali ke hotel untuk beristirahat. Selama menginap di hotel tersebut yang bersangkutan jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan istrinya.
Pada Sabtu (21/3/2020) yang bersangkutan keluar dari hotel untuk tinggal di salah
satu rumahnya yang lain.
Menurut yang bersangkutan, selama perjalanan berangkat dari Batam ke Jakarta dan
kembali lagi ke Batam maupun aktivitas di Batam, ia selalu menggunakan masker.
Karena kondisinya belum membaik, akhirnya pada Selasa (24/3) yang bersangkutan kontrol ke salah satu klinik FKTP Pertama tempatnya biasa berobat.
Selanjutnya dirujuk ke rumah sakit swasta dimana yang bersangkutan pernah berobat dan ditempatkan di ruang isolasi IGD.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan diagnostik rontgen dan laboratorium tidak ditemukan adanya tanda-tanda kelainan. Sehingga diperbolehkan pulang dengan diberi obat oral oleh dokter pemeriksa.
Namun demikian, pada Jumat (27/3/2020) pukul 14.45 WIB yang bersangkutan kembali mengalami demam berkelanjutan disertai pernapasan tersengal dan mudah capek.
Oleh istrinya, yang bersangkutan dibawa ke IGD Rumah Sakit BP Batam yang kemudian ditetapkan oleh dokter pemeriksa sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, dan dirawat di ruang isolasi Penyakit Infeksi Emerging (PIE).
Keesokan harinya, Sabtu (28/3/2020), dilakukan pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) dengan hasil “non-reaktif” disertai pengambilan sampel swab PCR oleh Tim Analis BTKL PP Batam yang hasilnya belum diperoleh pada saat itu.
Karena pemeriksaannya dilakukan oleh Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. Setelah dilakukan perawatan secara intensif selama empat hari oleh tim medis RSBP Batam serta ditunjang dengan hasil diagnostik foto rontgen hasilnya semakin baik disertai semakin berkurang dan ringannya gejala klinis yang dirasakan oleh yang bersangkutan.
Dimana keadaan umumnya juga terlihat semakin membaik dan stabil. Selanjutnya Selasa (31/3/2020), dokter penanggung jawab pasien (DPJP) memperbolehkan yang bersangkutan pulang ke rumah dengan catatan harus tetap melakukan karantina mandiri di rumah.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel swab PCR dari Jakarta. Sesuai dengan hasil yang diterima oleh Tim Medis, ternyata hasil swab yang bersangkutan terkonfirmasi
positif.
Sehingga Tim Medis kembali melakukan tracing kepada yang bersangkutan di rumahnya dan didapat hasil keadaan umum pasien dalam keadaan baik dan stabil bahkan semakin sehat.
Yang bersangkutan juga hingga saat ini tetap melaksanakan karantina mandiri di rumahnya didampingi istrinya.
“Saat ini pemerintah sedang melakukan proses penelusuran kontak terhadap semua orang yang ditengarai telah berhubungan dengan kasus 05 ini selama beraktivitas di tempat tinggal maupun tempat kerjanya,” ujarnya.
Selain ada penambahan pasien positif baru, Tjeptjep menjelaskan, sejauh ini ada 122 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kepri.
Jumlah tersebut tersebar 66 di Kota Batam, 32 di Tanjungpinang, 8 di Bintan, 9 Karimun, 3 Anambas, dan 4 Natuna.
Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Provinsi Kepri ada 1.946. Adapun rinciannya adalah 1.282 di Batam, 149 di Tanjungpinang, 59 di Bintan, 346 di Karimun, 7 di Anambas, 3 di Lingga, dan 100 di Natuna.
“Dari jumlah komulatif tersebut untuk PDP 83 sudah selesai pengawasan. Jumlah
yang diperiksa lab sebanyak 105, hasilnya 55 negatif, 40 dalam proses, dan 10 dinyatakan positif,” paparnya.
“Sedangkan untuk ODP yang selesai pemantauan 851 orang di kabupaten/kota. Adapun yang diperiksa lab 148. Hasilnya 110 negatif, 38 masih dalam proses,” jelasnya lagi.
Tjetjep mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota di Kepri sudah melakukan pemeriksaan rapid test terhadap 427 orang.
Adapun hasilnya 414 dinyatakan negatif, dan 13 orang dinyatakan reaktif Covid-19. Jumlah yang reaktif tersebut klasifikasinya adalah di Batam ada 1 Orang Tanpa Gejala (OTG), 2 ODP, dan 1 PDP.
Selanjutnya di Tanjungpinang 5 OTG, 3 PDP, dan di Karimun terdapat 1 PDP yang dinyatakan reaktif Covid-19.
Bagi mereka yang hasil rapid test reaktif akan diperkuat dengan PCR Test atau swab tenggorokan ke Puslitbangkes Kemenkes.
“Rapid test kita gunakan untuk tindakan karantina lebih cepat, sehingga ketika dinyatakan reaktif maka bisa diterapkan prosedur lebih lanjut,” paparnya.
“Meskipun mereka tidak ada menunjukkan tanda-tanda terpapar Covid-19. Karena kesimpulan positif atau negatif adalah melalui PCR Test,” tutup Tjetjep.(jpg)
