batampos.co.id – Di tengah pandemi virus Corona yang tengah melanda dunia, khususnya Batam, pelayanan air bersih harus tetap berjalan dengan baik.

Karena itu, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik, walaupun berhadapan dengan resiko yang besar.

Para petugas garda depan ATB tetap bekerja seperti biasa ditengah pandemi Covid-19 dan krisis keterbatasan air yang masih mengintai Pulau Batam.

Mereka harus menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik.

“Saat pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang harus mengikuti anjuran untuk belajar dan bekerja dari rumah. ATB harus memastikan suplai air tetap andal sehingga masyarakat tetap bisa cuci tangan pakai sabun di rumah,” Ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

ATB memiliki standarisasi hasil produksi air bersih yang berkualitas. Sebelum didistribusikan, air yang diproduksi ATB dipastikan sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 492 Tahun 2010.

Tim Produksi ATB. Tim Produksi ATB tetap menjaga ritme kerja secara profesional di tengah Pandemi Corona, dengan tetap melengkapi diri dengan perlindungan diri, guna menjaga kualitas, kuantitas dan kontinyuitas air pelayanan air bersih di Batam. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Air yang diolah ATB harus melewati pengujian yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Yakni pengujian Fisika sebanyak 4 parameter, Kimia 20 parameter dan Mikrobiologi 3 parameter.

Selain proses pengujian kualitas air baku dan air yang sudah diproduksi, ATB juga menggunakan klorin sesuai standar yang aman untuk memastikan air produksi ATB dalam kondisi bebas mikroorganisme.

Pengujian yang dilakukan ATB, mengikuti metode baku yang dipersyaratkan internasional yakni American Public Health Association (APHA).

Metode ini juga disesuaikan dengan kondisi di Indonesia melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN sendiri adalah regulator badan akreditasi nasional Indonesia sebagai penerbit sertifikat tertinggi.

Sehingga kualitas air yang didistribusikan benar-benar berkualitas, sehingga aman untuk konsumsi dan kegiatan sanitasi sehari-hari.

“Termasuk untuk cuci tangan selama menjalani aktifitas dari rumah selama penerapan Social Distancing,” paparnya.

Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan virus.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh wajah, mata, hidung atau mulut sebelum mencuci tangan karena bagian tubuh tersebut yang paling mudah menjadi jalur masuknya virus.

“Tentunya, masyarakat juga harus menjaga jarak interaksi, menghindari kerumunan dan mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka memutus penyebaran Covid-19. Tetap bijak dalam menggunakan air seperlunya agar semua orang tetap mendapatkan suplai air bersih,” pungkas Maria.

Mari bersama kita menerapkan budaya toleransi dalam menampung dan menggunakan air seperlunya, agar semua orang tetap mendapatkan suplai air bersih. Jangan sampai upaya maksimal ATB yang tetap bekerja secara profesional selama pandemi menjadi sia-sia.

“Anda tetap di rumah, biarkan kami yang bekerja agar anda bisa tetap menggunakan air bersih yang mengalir dari ATB,” imbau Maria.(*)