batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan uji swab untuk 2.065 warga Batam yang terindikasi Covid-19 mulai Senin (6/4) kemarin, tertunda. Penyebabnya, dua bantuan PCR (Polymerase Chain Reaction) belum bisa digunakan karena komponennya belum lengkap.
“Iya, belum bisa dioperasikan karena masih membutuhkan beberapa kelengkapan lainnya, seperti reagen ekstraksi dan optical,” ujar Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, Senin 6/4).
Slamet mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Tim Gugus Covid-19 Batam agar komponen itu bisa segera dilengkapi. “Jadi ibarat mobil, yang belum ada itu minyak rem dan beberapa kelengkapan kecil. Kalau sudah ada semua, barulah bisa dioperasikan,” jelasnya.
Ia mengatakan, alat-alat kelengkapan tersebut tidak mahal. Namun, di saat kondisi seperti ini, bisa jadi sulit mendapatkannya. Slamet memastikan, jika kelengkapan alat sudah ada, maka dua unit PCR itu bisa langsung dioperasikan.
Menurut dia, kemampuan PCR ini cukup cepat. Satu PCR bisa menguji 28 sampel swab per 5 jam. Dengan dua PCR di BTKLPP, maka bisa menguji 56 sampel per lima jam.
“Proses pengujian sampel ini tidak lama, hanya memakan waktu 5 jam saja,” terangnya.
Ia mengaku, dua PCR tersebut bisa dioperasikan dalam waktu 10 jam. Tentunya semakin lama beroperasi, PCR tersebut semakin banyak melakukan pengujian sampel. Namun, Slamet mengaku juga masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan alat tersebut.
“Kalau ada dukungan pemerintah untuk tenaganya, bolehlah beroperasi terus. Karena bila dipaksakan, bisa sampai malam. Kasihan tenaganya (petugas yang bekerja). Lagian selain pengujian sampel, juga butuh beberapa pencatatan dokumen juga,” imbuhnya.
Ia mengatakan, orang-orang yang diprioritaskan untuk dilakukan pengujian sampel tersebut adalah dari PDP (pasien dalam pengawasan). Nantinya, sampel yang masuk ke BTKLPP tidak hanya dari PDP di Kota Batam saja, tapi juga dari daerah lainnya di Kepri. “Semoga saja alat pendukungnya segera dibeli agar bisa beroperasi,” ujarnya.(ska/gie)
