batampos.co.id – Jumlah orang dalam pemantauan (OPD) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Provinsi Kepri terus bertambah.

Hingga Selasa (7/4/2020), jumlah ODP sudah menembus angka 2.010 orang. Sementara PDP 133 orang.

Salah satu PDP terbaru dari Kabupaten Karimun yang merupakan bocah laki-laki usia di bawah lima tahun (balita).

Ia terpaksa dilarikan ke ruang isolasi di RSUD M Sani dengan status PDP karena terdeteksi menderita pneumonia akut.

“Sesuai dengan hasil pemeriksaan tim medis, ada ditemukan pneumonia atau infeksi pada paru-paru,” ujar┬áKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi, Selasa (7/4/2020).

Karena itu lanjutnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya melakukan isolasi terhadap balita tersebut.

Penyemprotan disinfektan di Masjid Raya Batam Centre. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

“Karena ciri-ciri Covid-19 salah satunya menyerang paru-paru. Karena itu kita ambil langkah ini (isolasi,red),” katanya.

Balita tersebut, lanjutnya, sudah dirawat beberapa hari di RSUD M Sani dan tidak menunjukkan perubahan. Saat dilakukan pemeriksaan pada paru-paru, ditemukan adanya peradangan.

“Tim medis merekomendasikan untuk diisolasi,” paparnya.

Menurutnya, balita tersebut sangat dekat dengan ibunya dan dikhawatirkan jika si balita terpapar Covid-19 akan berimbas kepada ibunya.

“Tapi ibunya belum masuk kategori PDP,” ujar Rahmadi lagi.

Dia menyebutkan, saat ini di Karimun ada 4 PDP, termasuk si balita tersebut.

“Hasil pemeriksaan laboratorium di Kemenkes Jakarta masih ada lima. Hanya saja, satu orang PDP sudah meninggal dunia pada Minggu (5/4/2020) lalu. Meski demikian, kita
tetap menunggu hasilnya. Harapannya, tentu saja hasilnya negatif,” paparnya.(san)