batampos.co.id – Jumlah karyawan atau pekerja yang terdampak Covid-19 di Batam
terus bertambah. Jika dua hari lalu ada 12.959 karyawan dari 233 perusahaan yang terdampak, kali ini jumlahnya naik menjadi 15.311 karyawan.
“Iya, hingga kemarin, Selasa (7/4/2020) sedikitnya 15.311 karyawan terdampak Covid-19. Sudah bertambah dua ribu lebih dari data Minggu kemarin. Jumlah ini akan terus bertambah,” ujar Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, Selasa (7/4/2020).
Ia mengungkapkan, dari 15.311 karyawan terdampak, sebanyak 540 karyawan harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), 8.902 karyawan harus mengurangi jam kerja agar perusahaan tetap bisa beroperasi.
Sedangkan yang cuti tanpa dibayar, jumlahnya juga terus bertambah menjadi 3.493 karyawan.
“Sisanya 2.376 di rumahkan oleh perusahaan,” sebutnya.

Langkah ini, lanjut Rudi, terpaksa diambil pihak perusahaan agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang dampaknya sangat luar biasa.
Berbagai cara dilakukan perusahaan agar bisa menekan angka kerugian.
“Sudah bertambah dua ribu lebih dari dari data terakhir Minggu kemarin,” kata dia,
Selasa (7/4/2020).
Ia merinci, dampak Covid-19 terhadap sektor usaha diperkirakan semakin bertambah, seiring berjalannya waktu.
Sebab, saat ini mereka benar-benar tidak bisa melanjutkan operasional karena keadaan yang terus memburuk.
Sekarang di pusat perbelanjaan sudah banyak toko yang menutup sementara usahanya.
“Kalau data hari ini sebanyak 9 perusahaan sudah mengambil opsi PHK, sedangkan lima perusahaan memutuskan menutup sementara usaha mereka. Untuk total yang terdampak ada 249 perusahaan,” ujarnya.
Rudi juga menyebutkan, dalam kurun waktu tiga bulan belakangan ini, memang banyak sektor yang tidak untung sama sekali.
Untuk itu, mereka harus memikirkan agar perusahaan tetap bertahan meskipun tidak beroperasi hingga berlalunya pandemi ini.(yui)
