Senin, 27 April 2026

Cegah Corona, Puskesmas Juga Mendapatkan APD

Berita Terkait

batampos.co.id – Tidak hanya rumah sakit, Pusat Layanan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Batam juga mendapat Alat Pelindung Diri (APD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, setiap Puskesmas akan mendapatkan tiga APD.

“Untuk (baju) hazmat, kita drop tiga untuk setiap puskesmas, kalau habis, puskesmas bisa ambil lagi,” katanya, Rabu (8/4/2020).

Ia menerangkan, pembagian baju hazmat di tengah keterbatasanya, akan mempertimbangkan skala prioritas.

Kini, yang paling membutuhkan yakni rumah sakit karena diperlukan untuk merawat pasien.

”Untuk hazmat, itukan diperlukan untuk kondisi tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu, APD lain seperti masker maupun handsanitizer, stoknya di semua puskesmas cukup.

”Masker N95 dan juga masker biasa banyak. Untuk puskesmas, stoknya aman,” ujarnya.

Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tiga dari kiri) menerima bantuan berupa test kit dari Konjen Singapura di Batam, Mark Low. Foto: BP batam untuk batampos.co.id

Sementara itu, berbagai bantuan mengalir untuk penanganan Covid-19 di Batam. Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menerima bantuan dari Temasek Foundation Singapura.

Bantuan diberikan dalam upaya percepatan penanganan corona virus disease (Covid-19). Proses penyerahan kali ini dilakukan dengan menggunakan video conference.

Video conference dilaksanakan bersama Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya; Atase Pertahanan RI–Singapura, Kol PNB Benny Arfan; Perwakilan Temasek Foundation; Perwakilan Tuan Sing Holding; dan Perwakilan Sinar Mas.

Adapun, bantuan yang diberikan yaitu 35 unit intermediate bulk container, 350 drum trolley, 350 drum kapasitas 100 liter, 400 hand pump, 425 botol 2100LF concentrate, dan 350 water dispenser berukuran 10 liter.

Informasi mengenai bantuan ini disampaikan pihak Dubes RI untuk Singapura, H.E. Ngurah Swajaya kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi melalui video conference,
Selasa (7/4/2020).

“Terima kasih atas bantuannya. Mudah-mudahan bisa kami terima dengan cepat. Dan
kalau perlu, mungkin tak hanya Kota Batam, tapi akan kita berikan juga ke Karimun.
Karena Karimun ikut menjadi lokasi transit TKI (tenaga kerja Indonesia),” tutur Rudi.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah penduduk Batam 1,3 juta jiwa. Tapi, warga negara Indonesia dari Singapura dan Malaysia yang transit atau melewati Batam jumlahnya banyak.

“Sampai hari ini pemulangan warga Indonesia dari Malaysia saja mencapai 60 ribuan. Dan
yang akan kembali dua ratus hingga tiga ratus ribu,” jelasnya.

“Semua akan bermuara di Batam. Tugas kita untuk menyelesaikan seluruh saudara kita yang akan transit. Ada yang tinggal, ada yang langsung kembali. Butuh penanganan khusus dan bantuan yang cukup besar,” katanya lagi.

Pemko Batam sangat berharap Covid-19 ini segera berlalu. Baik di Batam, Indonesia umumnya, maupun Singapura, dan Malaysia.(iza)

Update