batampos.co.id – Kondisi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sangat kesulitan. Hal ini setelah pemerintah Negeri Jiran menerapkan kebijakan lockdown sejak 18 Maret. Mendengar itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar langsung memberikan bantuan.
Koordinator PMI Johor, Abdul Afif berterimakasih ketika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah mengirimkan bantuan langsung yang disalurkan melalui rekening bank. “Saya atas nama pribadi, atas nama PMI, juga atas nama DPAC PKB Johor Malaysia mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua Umum DPP PKB Bapak Muhaimin Iskandar, Bapak Hanif Dhakiri, dan Ketua DPP PKB Ibu Dita Indah Sari,” ujar Abdul Afif lewat pesan elektronik, Rabu (8/4).
Afif menjelaskan, bantuan untuk PMI yang ada di Johor, Malaysia, sangatlah berarti di tengah kondisi sulit yang terjadi akibat wabah virus Corona. Ia pun berdoa, semoga amal baik DPP PKB mendapat pahala dari Alloh SWT, dan PKB selalu menjadi partai yang bener-bener membela rakyatnya.
Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meminta agar para PMI segera diberikan bantuan akibat lockdown di Malaysia. Instruksi ini diteruskan Ketua DPP PKB bidang Tenaga Kerja dan Migran, Dita Indah Sari. Ia langsung terjun melakukan pendataan, lantas mengirimkan bantuan kepada para TKI di Malaysia. “Kita sudah kirim bantuan dalam bentuk uang tunai kepada 100 buruh harian lepas di sektor konstruksi di Senai, Johor,” Dita Indah Sari.
Dita yang juga mantan aktivis 1998 menuturkan, bantuan ini sangat dibutuhkan karena para PMI/TKI saat ini tinggal di mess milik perusahaan, dan mereka kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari lantaran tak ada penghasilan. “Semula Cak Imin berniat mengirimi sembako, supaya bisa masak bareng di mess. Namun karena situasi lockdown, maka ada hambatan soal pengiriman barang. Atas permintaan mereka, maka kami kirimkan uang tunai sebesar Rp 50 juta secara bertahap,” tutur Dita.
Dalam pengiriminan bantuan itu, jelas Dita, pihaknya menggunakan sistem transfer bank dan uang didistribusikan kepada TKI melalui kelompok-kelompok kerja yang sudah didata. “Untungnya ada bank di sana yang masih buka. Kami sudah mendata kelompok-kelompok TKI lainnya, terutama di kebun-kebun kelapa sawit. Segera kami kirimkan bantuan juga,” pungkas Dita.(jpg)
