Minggu, 25 Januari 2026

Tiga Pasien Positif Covid-19 di RSUD Kepri Membaik

Berita Terkait

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabit (RSUD RAT) Tanjungpinang, dr. Elfiani Sandri mengatakan, kondisi tiga pasien positif Covid-19 yang saat ini tengah menjalani perawatan di ruang isolasi semakin membaik.

“Pasien 01 sudah dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan tiga lainnya masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD RAT,” ujar dr. Elfiani Sandri, Rabu (8/4) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, kondisi ketiga pasien tersebut saat ini dalam keadaan stabil. Pihaknya masih melakukan evaluasi lanjutan dengan mengambil sampel untuk di uji kembali di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Karena sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Kemenkes, bagi pasien positif Covid-19, baru dinyatakan sembuh ketika sudah menjalani pemeriksaan swab dan hasilnya negatif.

“Untuk evaluasi pertama setelah mereka dinyatakan positif sudah kita lakukan. Saat ini, kami masih menunggu hasil lab keluar dari Jakarta,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, sembari menunggu hasil swab keluar, pihaknya akan melakukan rapid test kembali kepada lima jemaah tablig yang reaktif terpapar Covid-19 atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kita akan memperkuat lagi rapid test ulang, sambil menunggu swab keluar. Kita berharap tentunya hasilnya negatif,” ujar Tjetjep.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri tersebut menegaskan, tindakan yang wajib dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seperti menerapkan sosial distancing, gerakan menggunakan masker jika keluar rumah, dan terus menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan meneruskan belajar, ibadah dan bekerja di rumah.

”Kita yakin, apabila imbauan wajib ini dilaksanakan, penyebaran Covid-19 bisa kita cegah. Namun langkah ini harus didukung oleh semua pihak dan elemen masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya juga, saat ini pihaknya tengah menggesa pengoperasian Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BT-KLPP) Kelas I Batam dalam melaksanakan pemeriksaan Covid-19. Menurutnya, ada beberapa item yang harus segera dilengkapi dan membutuhkan anggaran lebih kurang Rp 900 jutaan.

“Dengan beroperasinya BT-KLPP ini, kita bisa melakukan pemeriksaan secara masif, yakni 50-100 sampel per hari. Namun sebelum ini beroperasi, kita masih bergantung dengan Puslitbangkes Kemenkes,” jelasnya lagi.(jpg)

Update