Minggu, 26 April 2026

Asrama Pekerja jadi Epicentrum Korona di Singapura, Pasien Melonjak Tajam

Berita Terkait

batampos.co.id – Singapura mengalami lonjakan tajam 287 kasus baru virus Korona pada Kamis (9/4). Sehingga total pasien Covid-19 di sana sebanyak 1.910 orang. Mayoritas terkait terkait dengan asrama pekerja asing yang kini menjadi epicentrum penularan. Itu adalah jumlah harian tertinggi yang dilaporkan. Dan, total kematian sebanyak 7 jiwa.

Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean meminta satuan tugas multi-kementerian untuk lebih ketat dalam menangani situasi Covid-19 di asrama pekerja asing. Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, mencatat bahwa polisi dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) terlibat dalam operasi di sana.

“Banyak yang memiliki gejala yang sangat ringan sehingga mereka terus bekerja, itu sebabnya ada keterlambatan dalam mendeteksi,” kata Wong dilansir dari AsiaOne, Jumat (10/4).

Wong mengatakan Singapura sedang menangani dua penyebaran infeksi terpisah. Untuk memutus rantai penularan di asrama, ribuan pekerja asing yang sehat terutama mereka yang bekerja di layanan penting akan dipindahkan ke kamp militer, hotel terapung, dan blok Dewan Perumahan yang kosong. Singapura juga telah mulai melacak kasus aktif dan menguji swab di berbagai asrama.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Kenneth Mak menjelaskan investigasi awal telah menghubungkan kluster di Mustafa Centre dengan kluster di lokasi konstruksi di Project Glory dan lima asrama. Mak mengatakan kementerian percaya bahwa pekerja asing telah mengunjungi Mustafa Centre, di mana beberapa karyawan jatuh sakit, dan terinfeksi di sana.

“Mereka kemudian menularkan infeksi kepada rekan kerja mereka, yang kemudian menginfeksi orang lain di asrama mereka,” kata Mak.

Pada Selasa, Kementerian Tenaga Kerja (MOM) telah mengumumkan pembentukan gugus tugas antarlembaga untuk memberikan dukungan kepada pekerja asing dan operator asrama. Gugus tugas akan memastikan kesejahteraan pekerja dan meningkatkan kondisi kehidupan mereka dengan mendukung operator asrama saat mereka menerapkan kebijakan semi lockdown.

Menteri Tenaga Kerja Josephine Teo mencatat bahwa belum ada kluster di asrama hingga saat ini, meskipun sejumlah pekerja asing telah dinyatakan positif terkena virus. “Ingatlah bahwa asrama adalah rumah bagi pekerja asing. Di dalam asrama, para pekerja berinteraksi satu sama lain secara sangat teratur, sangat dekat, mereka seperti keluarga, sehingga risiko penularan selalu ada,” jelas Teo.

Pekerja sekarang tidak boleh menyiapkan makanan sendiri untuk mengurangi kontak manusia dan kebersihan makin higienis. Singapura makin ketat memberlakukan semi lockdown. Upaya penegakan hukum akan ditingkatkan sebagai langkah supaya tetap disiplin.(jpg)

Update