batampos.co.id – Kasus pasien positif Covid-19 di Kepulauan Riau (Kepri) bertambah menjadi 21 orang per Kamis (9/4/2020). Tambahan jumlah pasien positif tersebut masing-masing dari Batam lima orang dan Tanjungpinang enam orang. Dengan demikian, jumlah kasus positif Covid-19 di Kepri masing-masing 10 orang di Batam, 10 pasien di Tanjungpinang, dan satu pasien di Karimun. Tiga orang dari Batam adalah aparatur sipil negara (ASN).
Data terbaru yang dirilis Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pada Kamis (9/4/2020), ini berdasarkan hasil tes PCR yang dilakukan di Kementerian Kesehatan RI. Sementara itu, Wali Kota Batam M Rudi dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan, menyampaikan mendapat data hasil pemeriksaan Swab dari Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian kesehatan RI, terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang pengambilan sample swabnya dilakukan oleh Tim Analis kesehatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.
“Dan diperoleh kesimpulan terdapat 5 (lima) orang warga Kota Batam yang terdiri atas 2 (dua) orang laki-laki dan 3 (tiga) orang perempuan dengan hasil terkonfirmasi Positif (Covid-19),” kata Rudi, Kamis (9/4/2020).

Lebih lanjut Rudi memaparkan, kasus 06 adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Seorang pelajar. Kemudian kasus 07 adalah seorang perempuan berusia 57 tahun, ASN. Kasus 08 adalah seorang perempuan berusia 57 Tahun, ASN. Ia satu kantor dengan kasus 07. Kasus 09 adalah seorang perempuan berusia 32 Tahun, ASN-P3K. Kasus 010 adalah seorang laki-laki berusia 64 Tahun, Pensiunan.
Kasus 06 adalah close contact primer atau kontak erat terdekat dengan kasus 04 yang merupakan ibu kandungnya. Sementara kasus 07, yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota atau pun keluar negeri ataupun kontak langsung dengan terduga Covid-19. Namun ia kontak dengan kasus 08. Adapun kasus 09 dan kasus 10 adalah anak dan suami dari kasus 08.
Sesuai dengan gambaran dan hasil tersebut, lanjut Rdui, di Kota Batam saat ini sudah terjadi transmisi lokal yang terdiri atas dua cluster yaitu dari kasus 04 dan kasus 08. “Dengan situasi demikian saat ini telah dan terus dilakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang ditenggarai telah kontak dengan kasus dari kedua Cluster tersebut, terutama terhadap orang-orang yang berinteraksi dan beraktifitas di lingkungan kedua cluster tersebut baik pada tempat tinggal maupun ditempat bekerjanya,” paparnya.(uma)
