Kamis, 16 April 2026

Corona Menyebar, Wali Kota Batam: Terjadi Transmisi Lokal di Batam 

Berita Terkait

batampos.co.id – Dalam dua hari ini, di Kepri terjadi penambahan jumlah pasien
positif yang mengejutkan. Batam sendiri yang awalnya hanya 5 pasien positif, menjadi 10 orang pada Kamis (9/4/2020) lalu, seiring keluarnya hasil uji swab dari Kementerian Kesehatan.

Sementara di Tanjungpinang di hari yang sama juga bertambah enam orang. Lalu Jumat (10/4/2020) kemarin bertambah lagi dua orang menjadi 12 orang.

Total di Kepri 23 orang, satu pasien positif di Karimun. Sehingga wajar jika muncul desakan PSBB dipercepat.

Di Batam sendiri, kasus 06 merupakan anak laki-laki berusia 13 tahun yang masih
berstatus sebagai pelajar SMP swasta di Batam.

Ia tertular dari ibu kandungnya (kasus 04) yang telah meninggal dunia pada 30 Maret lalu. Pelajar beralamat di perumahan kawasan Batam Center ini, kini dirawat di ruang isolasi RSBP Batam di Sekupang.

Kemudian kasus 07 adalah seorang perempuan berusia 57 tahun. Dia seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan sekretaris di salah satu dinas di Pemko Batam.

Wanita beralamat di salah satu perumahan di kawasan Lubukbaja ini pada 28 Maret 2020 berobat ke UGD RS swasta di dekat rumahnya dengan keluhan demam, mual, muntah, nyeri ulu hati, dan kembung sejak sepekan sebelumnya.

Kemudian yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota/keluar negeri ataupun kontak langsung dengan terduga Covid-19 lainnya.

Pada 30 Maret 2020 yang bersangkutan dilakukan rapid test dengan hasil nonreaktif. Lalu keesokan harinya dilakukan pengambilan swab.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Hasilnya keluar pada Kamis (9/4/2020) dengan kesimpulan terkonfirmasi positif Covid-19. Ia kini juga dirawat di ruang isolasi (PIE) RSBP Batam di Sekupang.

Kasus 08 juga seorang perempuan berusia 57 Tahun. Dia juga ASN yang satu kantor dengan kasus 07 dengan jabatan setingkat kepala bidang (kabid).

Wanita beralamat di salah satu perumahan di kawasan Sekupang, Kota Batam ini, pada 24 Maret d2020 iperiksa tim medis puskesmas setempat karena mengalami keluhan demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.

Hasil rapid test menunjukkan reaktif. Lalu Kamis (9/4/2020) hasil uji swabnya keluar dan
ternyata positif Covid-19.

Ia kini dirawat di RSBP Batam. Anaknya yang seorang dokter perempuan berusia 32 tahun juga seorang ASN di salah satu puskesmas di Batam (kasus 09) ternyata juga positif Covid-19.

Ia tertular dari ibunya (08). Kini ia juga dirawat di RSBP Batam. Begitupun dengan ayahnya yang berusia 64 tahun (suami 08) juga positif Covid-19.  Ia kini juga dirawat di RSBP Batam.

“Berangkat dari kasus tersebut, Pemko Batam memastikan telah terjadi transmisi lokal yang di Kota Batam yang dibagi dalam dua kluster, yakni kasus 04 (Batam Center) dan kasus 08 (Sekupang),” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Dengan situasi ini, Rudi memastikan pihaknya melakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang ditengarai telah kontak dengan kasus dari kedua klaster tersebut.

Terutama terhadap orang-orang yang berinteraksi dan beraktivitas di lingkungan kedua kluster tersebut.

Baik pada tempat tinggal maupun di tempat bekerjanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan, pasien kasus ke-11 merupakan laki-laki usia 53 tahun yang mengalami kontak langsung dengan salah satu kasus positif sebelumnya.

Yakni laki-laki usia 87 tahun yang merupakan orangtuanya.

“Kontak langsung dengan orangtuanya yang juga positif,” kata Rustam saat dikonfirmasi Batam Pos, Jumat (10/4/2020).

Untuk kasus ke-12 merupakan perempuan usia 42 tahun dengan riwayat perjalanan menjaga orangtuanya yang sakit saat dirawat di salah satu rumah sakit di Batam 20 hingga 23 Maret 2020 lalu. Ini juga menunjukkan telah terjadi transmisi lokal di Tanjungpinang.

“Saat ini kedua pasien kasus baru itu diisolasi di RSUD Ahmad Tabib,” kata Rustam.

Sebelumnya, pada Rabu (8/4/2002) pukul 23.00 WIB lalu, Gugus Tugas Percepatan
Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang menerima data hasil swab dengan metode PCR terkonfirmasi enam orang positif.

Sedangkan empat kasus positif lebih awal hingga (8/4/2020) sore kemarin sebanyak empat kasus, satu di antaranya telah sembuh dan tiga masih dalam perawatan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, Syahrul,
membenarkan pihaknya menerima informasi berdasarkan hasil pemeriksaan swab melalui metode PCR dikonfirmasikan enam kasus positif.

Enam kasus terkonfirmasi positif tersebut terdiri atas dua sampel yang berasal dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) dan empat sampel yang berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Empat orang ini yang saat ini menjalani pembatasan kontak di Rumah Singgah RSUD Raja Ahmad Tabib,” kata Syahrul, Kamis (9/4/2020) lalu.

Menurut Syahrul, terhadap dua orang PDP yang positif akan dilanjutkan proses  pengobatannya sampai dinyatakan sembuh.

Sedangkan terhadap empat OTG yang positif akan dilanjutkan pembatasan kontaknya sampai diperoleh hasil pemeriksaan swab negatif berdasarkan metode PCR.

“Sebagai tindak lanjut atas adanya tambahan kasus positif Covid-19 ini, maka akan lebih diintensifkan kembali penelusuran terhadap seluruh kontak primer dan sekunder guna memastikan tidak adanya penularan lebih lanjut kepada yang lain,” ungkapnya.

Kepada masyarakat diminta untuk tetap tenang, selalu waspada, mematuhi kebijakan dan imbauan pemerintah seperti menghindari kerumunan, lebih banyak berada di rumah,
dan memakai masker ketika keluar rumah.

Menerapkan cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan, menerapkan etika batuk serta senantisa melaksanakan physical distancing dan social distancing.

“Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, beraktifitas fisik yang
cukup,” imbaunya.(iza/per/gie)

Update