batampos.co.id – Sejumlah warga mengeluhkanbeberapa harga komoditas bahan pangan seperti sayuran yang harganya melonjak tinggi di pasaran Batam.
Kenaikan harga tentu menyulitkan masyarakat, apalagi di saat kondisi ekonomi yang tengah lesu akibat wabah Covid-19.
Dani, pedagang di Pasar Botania 1, Batam Center, mengakui harga sayuran dua minggu terakhir naik. Hal itu karena permintaan dari masyarakat cukup tinggi.
Seperti, harga untuk jenis sayur bayam dan kangkung dijual hingga Rp 18 ribu per kilogram (kg). Padahal, biasanya harga sayuran ini cuma Rp 8-12 ribu per kg.
Begitu juga dengan cabai. Untuk jenis cabai keriting dan rawit, dijual Rp 40-50 ribu per kg, cabai setan Rp 70-85 ribu per kg.
”Harga sayuran memang naik dari biasanya. Kalau cabai masih tinggi, tapi harga tetap seperti sebelum musim Covid-19 ini,” terang Dani.

Tingginya harga komoditas bahan pangan memang dirasakan sejumlah warga, salah satunya Fitri. Menurutnya, harga kebutuhan sehari-sehari saat ini berangsur naik.
”Harga cabai dan sayuran itu mahal. Semuanya pada naik, gula juga naik,” terang Fitri.
Ia juga mengeluhkan kenapa harga di setiap pasar itu berbeda. Ada pasar yang memang menjual harga kebutuhan itu relatif tinggi dibanding pasar lainnya.
”Apalagi untuk pasar di wilayah Batam Center, itu harganya tinggi-tinggi,” ujar Fitri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menjelaskan, saat ini harga sejumlah komoditas masih stabil. Harga itu terpantau dari Pasar Tos 3000 Jodoh.
”Di Jodoh, harga komoditas normal semua, mulai sayuran dan cabai,” kata Gustian.
Menurut dia, pedagang selain di Pasar Tos 3000 merupakan pedagang eceran. Mereka
biasanya mengambil untung selama berjualan.
”Ya wajar berbeda, mereka kan beli di Tos 3000 juga, jadi ambil untung. Tiap pasar memiliki harga berbeda itu wajar,” terang Gustian.
Meski begitu, ia dan timnya tetap memantau harga di pasar-pasar yang ada di setiap
daerah. Jangan sampai harga yang diberikan melampaui batas dan merusak harga-
harga komoditas yang sudah stabil.
”Tim kami turun setiap hari memantau, kalau ada perbedaan sedikit itu wajar, asal tidak berlebihan,” pungkas Gustian.(she)
