batampos.co.id – Sebanyak 15 perusahaan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri, gulung tikar sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sebagian besar perusahaan itu bergerak di bidang pariwisata yang tidak dikunjungi wisatawan sejak Covid-19 merebak.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan Indra Hidayat seperti dilnasir dari Antara di Tanjungpinang mengatakan, wisatawan yang paling banyak berkunjung setiap hari berasal dari Singapura. Sementara saat ini, Singapura mengeluarkan kebijakan pembatasan terhadap warga asing yang datang ke negara itu. ”Kondisi ini yang menyebabkan hotel dan restoran di Bintan sepi pengunjung,” ucap Indra pada Minggu (12/4).

Perusahaan yang tidak beroperasi sementara waktu yakni PT Bintan On Base Resort, Starjet Grup, PT Arty Bintan Hotel, PT Bintan SPA Villa, PT Bakri Karya Sarana, PT Bali Holiday, PT Pulau Cempedak, PT Pulau Nicoi, PT Bintan Pulau Indah, PT Bukit Bintan Raya, Tanah Merah Seafood Restoran, PT Bintan Alumni Indonesia, PT Serumpun Padi Mas, PT Langit Asta Perkasa CB, PT Alam Indah Bintan.

Indra menjelaskan, PT Alam Indah Bintan belum memberi daftar nama karyawan yang dirumahkan. Perusahaan tersebut akan merumahkan 564 orang karyawan.

”Jumlah karyawan yang di-PHK sebanyak 635 orang, sedangkan karyawan yang dirumahkan mencapai 1.361 orang,” ujar Indra.

Menurut dia, jumlah karyawan yang di-PHK maupun dirumahkan akan berubah dan potensial terus mengalami peningkatan jika permasalahan Covid-19 tidak dapat diselesaikan dalam sebulan atau dua bulan ini.

Pemkab Bintan telah memikirkan dampak sosial akibat peningkatan jumlah warga yang tidak bekerja. Bintan akan memberikan bantuan tunai langsung sebesar Rp 300.000 kepada warga kurang mampu. Bantuan ini diberikan selama empat bulan.

Selain itu, warga yang tidak bekerja akan diberikan Kartu Prakerja, program pemerintah pusat. Melalui kartu itu, mereka akan diberikan pelatihan agar memiliki keahlian khusus untuk bekerja atau membangun usaha sendiri.(antara)