Rabu, 15 April 2026

Akademisi Desak Pembatasan Sosial Berskala Besar Segera Diterapkan

Berita Terkait

batampos.co.id – Akademisi Tanjungpinang, Endri Sanopaka, melihat ancaman serius Covid-19 di Kepri dan mendesak agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera diterapkan.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) itu khawatir, jika kebijakan ini tak segera diberlakukan, angka penderita akan terus meningkat.

“Jangan menunggu korban jiwa terus berguguran karena terpapar Covid-19. Pemda Kepri harus cepat bergerak,” katanya, Minggu (12/4/2020).

Kata dia, situasi sosial di Kepri yang lebih memahami adalah daerah itu sendiri bukan pemerintah pusat.

“Begitu juga dengan ketakutan dan keresahan masyarakat. Apakah kita harus menunggu
tim medis kewalahan dalam mengatasi masalah ini, dan korban jiwa terus bergelimpangan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu langkah yang tepat adalah dengan mempercepat pemberlakuan PSBB, yakni dengan menutup jalur pelayaran dan penerbangan.

Tim patroli gabungan yang terdiri dari tNi-Polri, Satpol PP, Ditpam dan instansi terkait mengimbau kepada pengunjung tempat ngopi dan makan untuk meminimalisir berkerumun atau berkumpul, dan meminta pengunjung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing, Senin (30/3/2020). Kegiatan ini upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Apalagi letak geografis Kepri yang daerah kabupaten/kota sangat kecil, sehingga apabila tidak dilakukan tindakan tersebut, penyebaran menjadi lebih masif.

Dijelaskannya, penerapan kebijakan tersebut tentu ada dampaknya. Namun risiko  tersebut harus diambil untuk mencegah penyebaran, sehingga angka korban tak bertambah.

“Jika pertimbangannya masalah dampak ekonomi, tentu situasi bisa dipulihkan, meskipun harus berproses kembali,” jelasnya.

Namun kata dia, bicara soal nyawa, tentu tidak ada yang bisa mengganti. Pada posisi inilah lanjutnya diperlukan ketegasan dari kepala daerah dalam membuat keputusan. Apakah mementingkan investasi atau memprioritaskan keselamatan rakyatnya,

Pada sisi lainnya, Endri juga memprotes kinerja Tim Gugus Covid-19 di Provinsi Kepri.
Karena terkesan menutupi indentitas para pasien, baik mereka yang postif, Orang Dalam Pemantauan (ODP), maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ditegaskannya, publik butuh informasi yang seluas-seluasnya. Namun yang perlu dipahami adalah informasi tersebut sebagai langkah pencegahan. Bukan sebagai bahan untuk menghina atau mengucilkan bagi mereka yang terpapar.

“Ada ketidakjujuran pemerintah daerah di sini, persoalan inilah yang membuat masyarakat menjadi takut. Karena informasi yang diberikan justru setengah-setengah,” jelasnya.

Padahal kata dia, pencegahan, harus dilakukan secara bersama-sama. Ketika masyarakat tahu ada warga yang positif bisa langsung melakukan langkah pencegahan.

“Artinya, kita menjauhi dari terpapar virus ini, bukan mengucilkan mereka. Karena mereka yang terkena juga membutuhkan semangat dan dari semua, supaya bisa sembuh,” jelasnya.

Selain itu, Endri juga meminta kepala daerah untuk tidak membuat kegiatan yang  mengumpulkan orang banyak. Seperti pembagian masker di tempat umum.

Diakuinya, niat untuk membagikan masker tentu sangat baik. Tetapi ada anjuran pemerintah yang dilanggar di sana.

Ditambahkannya, sekarang ini bukan lagi waktunya melakukan pencitraan politik.

“Semua harus bersatu melawan Covid-19. Sehingga persoalan ini bisa segera diatasi, dan kehidupan masyarakat normal kembali,” tutup Endri Sanopaka.(per/jpg)

Update