Minggu, 19 April 2026

Arab Saudi Perpanjang Jam Malam, Bagaimana Nasib Penyelenggaraan Haji?

Berita Terkait

batampos.co.id – Arab Saudi memperpanjang jam malam untuk menekan penularan Covid-19. Semula, jam malam berakhir pada 11 April. Kini pemberlakuannya diperpanjang sampai waktu yang belum ditetapkan. Hal itu sekaligus membuat penyelenggaraan haji tahun ini kian belum jelas.

Kabar perpanjangan penerapan jam malam itu disampaikan oleh Pelaksana Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Riyadh Djoko Sulastomo. Dia mengatakan, sampai kemarin belum ada keputusan dari Saudi kapan jam malam itu bakal berakhir. ”Yang jelas (jam malam, Red) bertambah sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tuturnya Minggu (12/4).

Djoko menambahkan, pemberlakuan jam malam dibagi menjadi dua. Kelompok pertama adalah pemberlakuan jam malam penuh selama 24 jam. Itu diterapkan di Kota Riyadh, Makkah, Madinah, Tabuk, Dammam, Dhahran, dan Hofuf. Kemudian di Jeddah, Taif, Qatif, dan Khobar.

Kelompok berikutnya, jam malam mulai pukul 15.00 sampai 06.00 waktu setempat. Kelompok itu diterapkan di kota-kota selain yang disebutkan sebelumnya. Perkembangan hingga 11 April, ada tujuh WNI yang positif Covid-19. Perinciannya, tiga orang di Makkah, dua orang di Riyadh, serta masing-masing satu orang di Najran dan Madinah.

Total kasus Covid-19 di Saudi sampai 11 April sebanyak 4.033 atau bertambah 382 kasus baru dari hari sebelumnya. Total yang meninggal 52 orang. Sementara itu, yang sembuh mencapai 720 orang. Sampai saat ini Arab Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini tetap diselenggarakan atau ditunda.

Sementara itu, meskipun belum ada kepastian penyelenggaraan haji 2020, pemerintah Indonesia terus membuka pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Data sampai 9 April lalu, pelunasan biaya haji untuk haji khusus maupun reguler mencapai 70 persen.

”Sampai 9 April, sebanyak 142.883 jamaah atau 70,27 persen sudah melunasi biaya haji reguler,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhadjirin Yani. Dari jumlah tersebut, 580 orang kategori lansia.

Meskipun ada permintaan supaya pelunasan biaya haji dilakukan secara non-teller atau online, tetap saja banyak calon jamaah yang membayar ke bank. Catatan Kemenag, 122.967 calon jamaah melunasi biaya haji di teller. Sedangkan yang melunasi secara non-teller atau online hanya 19.916 orang. Muhadjirin mengingatkan, pelunasan tahap pertama dibuka sampai 30 April. ”Jika masih ada sisa kuota, dibuka pelunasan tahap kedua 12-20 Mei,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah jamaah haji khusus yang sudah melunasi ongkos haji mencapai 12.539 orang atau 76,90 persen. Kuota haji tahun ini sebanyak 221 ribu jamaah. Terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Kemenag menetapkan 1 persen dari kuota haji reguler atau 2.040 kursi dikhususkan untuk jamaah lansia.(jpg)

Update