batampos.co.id – Martunis menjadi salah seorang korban selamat dari bencana tsunami Aceh pada 2004. Dia memang kehilangan harta dan keluarga. Tetapi, bencana itu pula yang mengantarkan Martunis menjadi anak angkat megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo.

Martunis yang saat itu masih berumur 7 tahun mengalami keajaiban bisa bertahan melawan dahsyatnya terjangan tsunami. Setelah 21 hari bertahan dari musibah mengerikan itu, Martunis ditemukan dengan menggunakan jersey timnas Portugal atas nama Ronaldo. Kisah itu membuat Martunis diundang ke Portugal. Dia kemudian menjadi anak angkat pemain yang saat ini membela Juventus tersebut.

Martunis menunjukkan jersey pemberian bintang timnas Portugal Cristiano Ronaldo. (JP)

Meski menjadi anak angkat, pemain yang pernah berkostum PSAP Sigli itu tidak bisa dengan mudah bertemu Ronaldo. Namun, saat Ronaldo berkunjung ke Bali pada 2013 untuk menghadiri undangan presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, Martunis diundang untuk menemuinya di Bali.

’’Saat itu Ronaldo diundang untuk menjadi duta mangrove oleh Bapak Presiden. Dia juga meminta saya untuk datang. Kami bertemu di Bali dan Ronaldo memberi saya sebuah jersey plus tanda tangannya. Itu jersey saat dia masih di Real Madrid,’’ tutur Martunis.

Tentu jersey tersebut sangat berarti bagi Martunis. Meski jersey itu tidak pernah digunakan Ronaldo dalam pertandingan, Martunis tetap menganggapnya istimewa. Martunis dan jersey Ronaldo pun sempat viral. Sebab, Ronaldo mengunggah foto Martunis dan jersey itu di akun Instagram pribadinya. Martunis pun menceritakan bahwa jersey tersebut sempat ditawar salah seorang selebriti tanah air.

’’Saya sempat diundang ke acara salah satu stasiun televisi. Mas Deddy Corbuzier yang saat itu menjadi host sempat menawar. Kalau nggak salah di angka Rp 80 juta. Tetapi, karena saat itu saya baru lima hari memiliki jersey tersebut, saya pun tidak kasih ke Mas Deddy,’’ ucap laki-laki berusia 22 tahun tersebut.

Tujuh tahun berlalu, Martunis memutuskan untuk melepas pemberian ayah angkatnya itu. Bukan semata-semata menjual. Tetapi, laki-laki yang pernah menimba ilmu di Sporting CP itu melelang jersey tersebut dan mendonasikan hasil lelang untuk membantu warga Aceh yang terkena imbas pandemi Covid-19.

’’Lelang baru dimulai hari ini dan berakhir pada Sabtu depan (18/4). Saya buka lelang ini di angka Rp 4 juta. Saya ingin membantu sahabat-sahabat saya di Aceh terkait virus korona ini,’’ ungkap Martunis.(nia/jpg)