Selasa, 7 April 2026

Data Covid-19 di Lapangan Diyakini Lebih Besar

Berita Terkait

batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini sudah menembus angka 4.557 orang. Namun data itu diyakini belum mencerminkan seluruh jumlah pasien sesungguhnya di permukaan. Sebab masih banyak kasus yang belum terdeteksi dengan alat real time PCR dengan antigen.

“Di Indonesia saya juga ragu dengan data yang ada, karena deteksinya sangat sedikit. Walaupun sekarang ada lebih 60 laboratorium bisa deteksi Covid-19, tapi kecepatannya masih lebih kecil dibanding penularannya,” kata Pakar Kesehatan dari Fakuktas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono dilansir JawaPos.com baru-baru ini.

Makanya banyak Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur dan lainnya. Jumlah-jumlah kasus di permukaan yang tak terdeteksi dinilainya melebihi dari jumlah data yang diumumkan.

“Perkiraan saya PDP meninggal di Jakarta itu sudah 600-an, maka kalau PDP itu Covid-19 maka jika ada 1500 kasus positif, diperkirakan sudah 6 ribuan positif di Jakarta, 4 kali lipat estimasinya. Bayangin kalau di Indonesia sekarang baru umumkan 4 ribuan, maka estimasinya melebihi,” kata Tri Yunis.

Kondisi itu juga berlaku untuk di Jawa Timur, Bali, dan Batam selain DKI Jakarta. Sebab wilayah itu memiliki jumlah wisatawan yang banyak.

“Buat saya terlalu sedikit deteksi kasusnya di Indonesia. Kemampuan deteksi di Indonesia terlalu kecil,” katanya.

Dia juga mengkritik tidak terbukanya pemerintah dalam hal pengumuman data kasus positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pemerintah didesak untuk mengumumkan secara jelas berapa total pasien yang diisolasi mandiri di rumah.

“Ini isolasi kasus ringan di rumah saja enggak tahu ada berapa. Pemerintah enggak clear isolasi di rumah berapa, isolasi di RS berapa. Harusnya lebih terbuka soal itu, diumumkan, kasus Covid-19 sekian, di rumah sekian, masuk RS sekian, enggak jelas dari semua provinsi,” tegasnya.

Angka kematian yang diumumkan saat ini sekitar 10 persen. Dan itu belum termasuk angka PDP.

“Padahal laporan dari Jakarta ada 600an PDP, di Jawa Timur saat saya datang awal Maret saja, PDP banyak sekali. Dan apakah sekarang dilakukan kontak tracing pada PDP? Harusnya pada semua provinsi kasusnya, termasuk Jakarta. Kalau enggak lakukan tracing, maka enggak akan terhenti dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kasusnya enggak tahu begitu banyaknya,” jelasnya.

“Kalau dikalkulasi, estimasi 4 kali lipat misalnya Jakarta 6 ribu. Dan di Indonesia 4 kali misalnya, artinya sudah 16 ribu kasus estimasinya keseluruhan,” paparnya.(jpg)

Update