Jumat, 1 Mei 2026

Pelni Hentikan Pelayaran, Penyebabnya…..

Berita Terkait

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menghentikan sementara pelayaran kapalnya dari dan menuju Batam, setelah satu kru kapal KM Kelud yang berlayar dari Jakarta tujuan Batam dinyatakan masuk daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, serta 39 lainnya Orang Tanpa Gelaja (OTG) dengan hasil rapid test reaktif.

Humas PT Pelni, Ahmad Sujadi, mengatakan, untuk sementara KM Kelud yang melayani pelayaran Jakarta Batam dan Tanjungbalai Karimun serta berlanjut ke Belawan akan dila-
buhkan sementara di Belawan.

Portstay dulu. Jadi sementara ini tidak ada pelayanan untuk rute yang biasa dilayani (KM Kelud) untuk sementara waktu ini,” kata dia, Senin, (13/4/2020).

Pelni cabang Batam juga menghentikan penjualan tiket untuk semua rute yang mereka layani. Saat ini, ada dua rute yaitu Tanjungpriok dan Belawan-Medan, yang dilayani Pelni Batam.

“Tidak ada penjualan (tiket,red). Jadi calon penumpang harap bersabar dulu hingga
kondisi kembali kondusif. Hingga kini belum ada tiket yang terjual untuk keberangkatan selanjutnya,” ujarnya.

“Nanti kalau ada info baru akan disampaikan Pak Yahya dari Kesekretariatan Perusahaan,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro, mengatakan, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan saat ini adalah melabuhkan sementara KM Kelud yang mengangkut penumpang yang terindikasi PDP.

Kapal Kelud. Foto: batampos.co.id /Dalil Harahap

“Kapal portstay dulu di Belawan, setelah adanya penumpang yang terindikasi PDP Covid-19,” terangnya.

Ia menjelaskan, KM Kelud tiba di Pelabuhan Batuampar, Minggu (12/4) pagi. Karena
kondisi tengah dalam masa pandemi, seluruh penumpang dan awak kapal menjalani
pemeriksaan dari KKP dan Dinas Kesehatan Kota Batam.

Hal ini merupakan langkah pencegahan yang dilakukan tim kesehatan Batam.

“Setelah dicek, satu petugas kapal terindikasi sebagai PDP. Jadi penumpang tersebut
langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan 39 ABK menjalani isolasi,” terangnya.

Kapal yang seharusnya melanjutkan perjalanan ke Tanjungbalai, Karimun, terpaksa dibatalkan dan berlanjut menuju Belawan, Medan.

Yahya mengatakan, manajemen PT Pelni juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan alat pelindung diri (APD) serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK.

“Ini upaya kami dalam mencegah adanya petugas yang terpapar Covid-19,” imbuhnya.

Yahya menegaskan, kepada seluruh otoritas di pelabuhan untuk menerapkan protokol penanganan Covid-19 sesuai arahan pemerintah.

“Kami mengharap kerja sama berbagai pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang. Dimulai dari screening masuknya penumpang di terminal pelabuhan sampai dengan dermaga sebagai awal dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di atas kapal,” jelasnya.

Pelni juga sudah mengeluarkan kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19. Di antaranya mengurangi kapasitas kapal menjadi 50 persen, penjualan tiket hanya untuk penumpang dengan KTP daerah tujuan.

Sedangkan untuk KTP Batam tidak dibenarkan untuk berangkat. Selain itu, sambungnya,
untuk penumpang berusia 60 tahun harus dilengkapi dengan surat kesehatan dari dokter setempat.

Adapun calon penumpang yang kurang sehat, sebaiknya menunda perjalanan menggunakan KM Kelud.

“Penumpang dapat menunda perjalanan dengan melakukan pembatalan tiket dan uang pembelian tiket akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang

Mulai 12 April 2020, Pelni juga mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada di atas kapal.

Selain itu, Pelni secara konsisten menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal.

Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh 1-2 meter,

Baik itu pada nomor tempat tidur maupun saat mengantre makan. Petugas kapal juga menyediakan hand sanitizer di setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit ditengah perjalanan, serta memberikan
imbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.(yui)

Update