batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengklaim ada penurunan jumlah penumpang secara signifikan setelah adanya pengurangan jumlah armada, ritase serta jumlah operasional Bus Trans Batam, menyusul merebaknya wabah virus Corona atau Covid 19.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPT Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Batam,
Bambang Sucipto, mengatakan, penurunan jumlah penumpang Bus Trans Batam mencapai 70 persen dibanding rata-rata penumpang harian sebelum wabah virus Corona terjadi.
”Saat ini jumlah penumpang hanya sekitar 2.000 sampai 2.500 orang. Jika dibandingkan
dalam situasi normal, itu berkisar 6.500 sampai dengan 7.000 orang per harinya,”
kata Sucipto, Senin (13/4/2020).
Ia memperkirakan, jumlah penumpang akan terus turun seiring gencarnya imbauan
pemerintah untuk pembatasan kegiatan di luar rumah.

Sucipto berharap, semakin banyak masyarakat yang membatasi kegiatan di luar rumah sesuai dari imbauan pemerintah.
Untuk warga Batam yang masih beraktivitas di luar rumah dan menggunakan jasa transportasi Bus Trans Batam, ia mengimbau agar menjaga kesehatan, memakai
masker, serta menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak dengan penumpang lain.
”Kita juga mewajibkan semua penumpang Bus Trans Batam untuk memakai masker,” ucapnya.
Sucipto menambahkan, hampir semua koridor mengalami penurunan jumlah penumpang, selain koridor Sekupang-Jodoh dan Punggur.
”Hal ini diasumsikan karena masih nornanya jam operasional Pasar Jodoh dan masih stabilnya Pelabuhan Punggur,” tambahnya.
Selain itu, pengurangan jumlah penumpang Bus Trans Batam juga berdampak terhadap sisi pendapatan bus itu sendiri.
Sebagai perbandingan, di saat normal, pendapatan Bus Trans Batam berkisar Rp 30 juta sampai Rp 35 juta per hari. Setelah diterapkan pengurangan tersebut, rata-rata per hari hanya berkisar sekitar Rp 6 juta sampai dengan Rp 7 juta.
”Sampai saat ini untuk karyawan tenaga harian lepas yang sudah di rumahkan sekitar 40
persen,” pungkas Sucipto.(rng)
