batampos.co.id – Pandemi Covid-19 diprediksi menambah jumlah orang miskin maupun penganggur. Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus jangka pendek bagi pekerja dan jangka panjang bagi pengusaha agar kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan. Dengan begitu, serapan tenaga kerja bisa kembali membaik.
Pemerintah menyiapkan dua kemungkinan kondisi, yakni berat dan sangat berat sebagai akibat tekanan ekonomi. Misalnya, peningkatan angka kemiskinan. ’’Dalam skenario berat, bisa ada tambahan 1,1 juta orang atau di skenario lebih berat, ada kemungkinan tambahan kemiskinan 3,78 juta orang,’’ urai Jokowi. Begitu pula angka pengangguran yang diprediksi meningkat tajam. Berpotensi ada 2,9 juta penganggur baru dan kalau skenario yang lebih berat, bisa 5,2 juta penganggur baru.
Langkah jangka pendeknya adalah kartu prakerja. Kemudian, simpanan di BPJS Ketenagakerjaan yang masih memiliki uang iuran perusahaan yang bisa digunakan untuk memberikan benefit kepada pekerja yang di-PHK. Ditambah lagi program padat karya tunai dari sejumlah kementerian. Harapannya, dampak negatif PHK dan pengurangan kesempatan kerja bisa diatasi.
Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah fokus memperbaiki daya tahan dunia usaha dan meningkatkan daya tarik ekonomi Indonesia. Indonesia bisa dianggap sebagai salah satu negara yang menarik untuk investasi bila mampu menangani Covid-19 dengan baik. Apalagi, sejumlah negara berencana memindah perusahaannya. Misalnya, Jepang yang akan keluar dari RRT.
Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan kemarin menyatakan bahwa gelombang PHK pasti ada. Hal itu tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Sektor pariwisata menjadi hal yang paling rentan. Namun, Luhut optimistis sektor itu akan cepat pulih. ”Tiongkok, Korea, Jepang, dan lainnya yang telah pulih, pasti masyarakatnya ini akan keluar, maka siapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyatakan, sudah ada empat juta orang yang terdaftar di situs resmi prakerja. Itu baru gelombang pertama yang dibuka sejak Sabtu lalu. ”Akan kami buka per minggu satu gelombang, Senin hingga Kamis,” tutur Denni.
Dalam masa pandemi Covid-19, sasaran kartu prakerja tak hanya mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak mengenyam pendidikan formal. Namun juga para pekerja dan UMKM yang terdampak ekonominya karena Covid-19. ”Setelah pelatihan, mereka akan mendapatkan sertifikat elektronik,” ujarnya.(jpg)
