batampos.co.id – Pemko Batam mencatat ada kluster baru dalam penularan virus corona (Covid-19) di Kota Batam.
Hal ini berdasarkan hasil uji swab yang dilakukan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemko Batam yang merupakan suami dari kasus 12 (karyawan PT Adhya Tirta Batam/ATB) yang diketahui negatif.
Hasil itu mematahkan dugaan bahwa kasus 12 ditularkan suaminya yang terkait dengan klaster ASN Pemko Batam.
“Hasil swab suaminya baru keluar tadi malam, negatif. Kami usulkan dipercepat. Kami awalnya menduga dari suaminya, tapi justru suaminya negatif. Kami ulang swab. Kalau tetap negatif berarti tidak terkait suaminya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, Selasa (14/4/2020).

Ia menyebutkan, jika hasil swab suaminya negatif Covid-19, maka kasus 12 merupakan klaster baru.
Sebelumnya ada klaster ASN Pemko Batam (07, 08, 09, 10, 13, dan 15) dan klaster guru swasta (kasus 04, 06, dan 14).
“Kalau tidak terkait suaminya, ini potensi menjadi klaster baru. Kuat dugaan kami tertular dari pelanggan perusahaan (ATB) tempat dia bekerja, dia bekerja sebagai customer service,” katanya.
Pihaknya telah menghubungi pihak ATB dan menghubungi BP Batam sebagai lembaga yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Pihaknya meminta bantuan agar dilakukan tracing nama yang diduga kontak dekat dengan kasus 12.
“Kami arahkan rapid test-nya ke Puskesmas Sekupang, hasilnya nanti kami akan
kabari,” kata dia.(iza)
