batampos.co.id – Edward, warga Batuaji, menuturkan baru saja diberhentikan dari
pekerjaannya, setelah 10 tahun bekerja di salah satu diler mobil terkemuka di Batam.
Ia pun memutuskan ikut sebagai peserta prakerja. Namun, untuk mendaftar kartu pra-
kerja ternyata tidak mudah.
Ia bahkan membuat lima email berbeda agar bisa masuk dan terdaftar sebagai peserta prakerja.
”Makanya saya ke sini. Tadi sudah bisa login dan menunggu dari konfirmasi dari pusat. Daftarnya hanya menggunakan NIK. Nanti kalau sudah berhasil ada beberapa soal
yang harus dituntaskan untuk tahap pertama,” ujarnya usai menyelesaikan pendaftaran di Kantor Disnaker Batam di Sekupang, Selasa (14/4/2020).
Berdasarkan informasi petugas, setelah berhasil menyelesaikan 18 pertanyaaan objektif, hasilnya dikirim ke pusat untuk diverifikasi.
Untuk mengetahui hasilnya, masuk lagi di website prakerja.go.id.
”Kalau lulus, masih ada tahapan tes lanjutan. Ini baru gelombang pertama,” sebutnya.
Hal senada diutarakan Sulistryani, perempuan yang sehari-hari mengelola usaha katering ini mengaku saat ini kesulitan mendapatkan pinjaman dari pihak bank, sehingga harus menutup usahanya.
”Saya tahu informasi sudah lama. Namun karena usaha baru tutup, makanya saya daftar. Beberapa kali gagal login karena memang sistemnya rebutan, sebab daerah lain juga daftar. Itu informasi dari petugas,” ujarnya.

Ia sangat berharap bisa menjadi salah satu peserta prakerja nantinya. Berapapun besar bantuan yang diberikan pasti sangat membantu untuk kondisi saat ini.
”Saya sudah coba login dulu. Tadi ada beberapa soal juga sudah dikerjakan. Tinggal menunggu hasilnya saja lagi. Tadi tahapan daftar, login dan tes dasar. Selanjutnya menunggu hasil verifikasi. Nanti diinfokan lewat email,” ucapnya.
Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, karena banyak yang mau daftar untuk mendapatkan kartu prakerja dan menemui kesulitan, maka Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam membantu memfasilitasi, khususnya bagi para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Covid-19.
Hingga saat ini ada 598 karyawan yang sudah di-PHK. Disnaker pun menyediakan empat unit komputer untuk membantu calon peserta mendaftar.
”Kesulitannya memang saat login. Sebab websitenya digunakan banyak orang di seluruh Indonesia. Mereka yang cepat bisa login duluan dan berhasil menyelesaikan tahapan pertama ini,” kata dia.
Pendaftaran menggunakan NIK masing-masing peserta, mendaftar berdasarkan email, upload foto diri dan terakhir menyelesaikan 18 soal dasar.
Setelah itu, calon peserta memilih opsi bergabung dan menunggu hasil verifikasi.
”Pengumuman hasil nanti diumumkan di email masing-masing. Kami sifatnya membantu saja. Sebenarnya daftar bisa dari rumah, hanya saja karena banyak yang gagal makanya kami buka di kantor untuk membantu,” ujarnya.
Rudi menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 15.009 pekerja terdampak akibat pandemi Covid-19. 12 perusahaan memilih PHK dan sembilan perusahaan menutup sementara usaha mereka.
Sebanyak 9.015 karyawan dikurangi jam kerjanya, 2.644 pekerja dirumahkan, 28.42
diberikan cuti tanpa gaji, dan 598 di-PHK.
Menurutnya, dampak dari Covid-19 sudah sangat besar. Untuk itu jumlah pendaftaran prakerja membeludak.
”Untuk itu kami fasilitasi. Kalau soal hasilnya nanti pusat yang kasih. Karena mereka yang tentukan berapa kuota dan lulus sebagai penerima prakerja ini,” ujarnya.(yui)
