Kamis, 23 April 2026

Covid-19 Tidak Pengaruhi Nilai Investasi Batam, Segini Nilainya…..

Berita Terkait

batampos.co.id – Meski di tengah pandemi Covid-19, nilai investasi Triwulan I 2020 di Batam justru mengalami peningkatan.

Hal ini terlihat dari data yang diperoleh dari laman resmi Online Single Submission (OSS) yang menyatakan bahwa nilai investasi Triwulan I tahun 2020 mencapai 52 persen dari total target investasi yang ditetapkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di tahun 2020, yakni USD 900 juta.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Purnomo Andiantono, menyampaikan hal tersebut setelah melihat data OSS sebagai bahan evaluasi.

Ini artinya, dalam Triwulan pertama, sudah setengah target investasi 2020 dari BP Batam tercapai.

“Semoga pandemi corona dapat ditangani dengan baik sehingga di triwulan-triwulan berikutnya, Batam masih bisa mempertahankan kinerjanya, dan mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Andiantono.

Stand BP Batam di Mal Pelayanan Publik (MPP). Meski ditengah pandemi Covid-19 nilai investasi di Kota Batam justru meningkat. Foto: Humas BP Batam untuk batampos.co.id

Adapun negara yang melakukan investasi baru, pada Triwulan I yaitu, Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan total investasi USD 472,536 juta. Kemudian satu negara yang melakukan investasi perluasan di Batam, yakni Singapura dengan total investasi USD 522 ribu.

“Untuk investasi baru berdasarkan sektor yang tercatat di OSS, terdiri dari Industri Logam, Perdagangan dan Reparasi, dan Perumahan. Sedangkan untuk perluasan ada di sektor Perdagangan dan Reparasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan nilai investasi di Triwulan I 2020 ini terjadi karena perencanaan kegiatan investasi tersebut sudah dilakukan sebelum pandemi Covid-19 merebak di Batam.

“Bisa jadi sudah direncanakan sejak lama, jadi peningkatan ini tidak terkait karena ada wabah Corona atau tidak. Kan tidak serta-merta hari ini mau investasi, hari ini langsung jalan. Pasti sudah direncanakan di tahun-tahun sebelumnya, dipelajari dan dibuat studi kelayakannya oleh pengusaha,” jelas Andiantono.

Ia menyatakan, pihaknya sulit untuk memprediksi investasi di triwulan berikutnya akibat pandemi Covid-19 secara global, termasuk di Batam.

“Tergantung perkembangan nanti. Semoga penanganan pandemi ini dapat ditangani dengan baik, sehingga ekonomi akan membaik. Karena jika tidak, maka akan sulit mempertahankan kinerja ekonomi yang prima. Karena pemerintah pusat sendiri sudah mengatakan bahwa kondisi ekonomi kita sekarang sedang sulit,” pungkas Andiantono. (*/nto)

Update