batampos.co.id – Lokasi penampungan orang dalam pengawasan (ODP) terkait virus corona di Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang tersisa 15 orang lagi.
Sepekan sebelumnya menampung 80 ODP, baik warga Batam maupun TKI asal Malaysia yang diselamatkan petugas.
Koordinator Lapangan dari Tagana yang berjaga di Rusunawa BP Batam, Nur Arifin, mengatakan, berkurangnya jumlah ODP tersebut karena sudah banyak yang menyelesaikan masa inkubasi selama 14 hari. Karena kesehatan mereka baik dan tidak ada tanda-tanda terpapar Covid-19, maka diperbolehkan pulang.
“Untuk yang TKI asal Malaysia umumnya dipulangkan pemerintah. Yang ODP orang Batam diperbolehkan kembali ke rumahnya dengan syarat tetap melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing,” jelasnya.
Pada Rabu (15/4/2020) kata dia, ada 20 orang yang dipulangkan.

“Dua orang, itu TKI asal Malaysia yang dipulang ke Madura tempat asalnya,” kata Nur.
Mereka yang masih bertahan di rusunawa saat ini umumnya sudah melewati masa inkubasi juga.
Namun demikian, mereka belum bisa pulang karena status mereka adalah TKI asal Malaysia dan untuk pulang ke daerah asal masing-masing, mereka harus diurus pemerintah.
“Masih menunggu tindaklanjut dari pemerintah. Kebanyakan yang TKI itu. Kalau masa inkubasi sudah lewat mereka,” ujarnya.
ODP lain yang masih bertahan di rusunawa adalah kakek Gultom. Kakek Gultom ini merupakan kakek dari pasien positif Covid-19 yang masih berusia 13 tahun bernama Bintang.
Dia anak dari pasien 04 yang sudah meninggal dunia akibat Covid-19 pada 30 Maret lalu. Kakek Gultom masih dikarantina karena hasil swab belum keluar.(eja)
