Jumat, 23 Januari 2026

Pengusaha di Tanjungpinang Diisukan Positif COVID-19, Ini Jawabannya….

Berita Terkait

batampos.co.id – Salah satu pengusaha di Kota Tanjungpinang, dijauhi berbagai pihak karena tersiar kabar dirinya positif COVID-19.

Pengusaha tersebut bernama Dahor. AKibat informasi yang tidak benar itu, Dahor mengaku sangat terganggu dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

“Saya dituduh positif COVID-19, padahal itu tidak benar. Saya sehat-sehat saja,” kata Dahor di Tanjungpinang, Kamis, (16/4/2020).

Pemimpin perusahaan SPE Technology di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang itu merasa dirugikan akibat informasi hoaks tentang dirinya positif COVID-19.

Isu tersebut lanjutnya bahkan beredar luas di media sosial maupun dari mulut ke mulut.

Ia pun terpaksa mengklarifikasi persoalan itu melalui media massa lantaran sudah lelah mengklarifikasi persoalan itu kepada berbagai pihak baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Dahor, pengusaha di Kota Tanjungpinang yang diisukan positif Covid-19. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Energi saya terkuras untuk mengurus masalah ini. Ini sudah sangat mengganggu diri saya dan keluarga,” katanya.

Ia juga akan melaporkan orang-orang yang menyebarkan informasi hoaks tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Saya minta orang-orang yang menyebarkan informasi hoaks ini lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial,” ucapnya.

Dahor menjelaskan, informasi hoaks tersebut mengaitkan dirinya pernah melakukan pekerjaan tertentu di rumah Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, yang sejak tiga hari lalu ditetapkan sebagai pasien COVID-19.

“Saya saja tidak tahu rumahnya di mana,” tuturnya.

Selain itu, informasi hoaks tersebut dikaitkan dengan dirinya yang pernah demam. Dahor mengaku pernah demam dengan suhu badan 37 derajat celcius pada 10 April 2020, dan sehari kemudian berobat di praktik dr Dwi Hartadi.

Hasilnya, menurut dokter tersebut, demam itu disebabkan kelelahan.

“Ada informasi yang menyebutkan saya flu dan sakit tenggorokan, padahal itu tidak benar,” ujarnya lagi.

Kemudian informasi hoaks lainnya, Dahor pernah dilakukan rapid test di RSUP Kepri. Padahal kata dia, itu tidak benar.

Ketika ingin rapid test untuk memastikan apakah tertular COVID-19 atau tidak, pihak RSUP Kepri menolak.

“Pihak rumah sakit menolak lantaran saya bukan orang dalam pemantauan atau pasien dalam pengawasan. Saya juga tidak pernah kontak dengan pasien positif COVID-19,” ujarnya.(*/esa)

Update