Sabtu, 25 April 2026

Warga Batam, Selama Ramadan Ibadah di Rumah Saja Ya

Berita Terkait

batampos.co.id – Ibadah berjemaah di masjid selama Ramadan ditiadakan untuk mencegah penularan Covid-19.

Hal ini berdasarkan keputusan Kementerian Agama (Kemenag) Batam bersama Pemerintah Kota Batam serta pemangku kebijakan yang menyatakan kegiatan ibadah selama Ramadan dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Iya, berdasarkan hasil rapat kemarin, diputuskan agar ibadah di rumah karena pandemi Covid-19,” kata Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar, Rabu (15/4/2020).

Zulkarnain mengingatkan, saat ini Batam sudah masuk zona merah. Karena itu, penting adanya pencegahan agar virus ini tidak menyebar. Sebab berpotensi menyebabkan banyak korban positif ke depannya.

“Jadi, salat berjemaah untuk sementara ini sudah tidak ada. Termasuk salat tarawih, Idul Fitri, hingga kegiatan yang mengundang keramaian seperti berbuka puasa bersama, dan
halalbihalal,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan ini diambil mempertimbangkan keselamatan umat. Tidak saja
pribadi, namun kepentingan orang banyak.

Jemaah yang antrian saat hendak menjalankan salat Jumat berjamaah dicek suhu tubuhnya dengan thermometer gun di Masjid Agung, Batamcentre beberapa waktu lalu. Kemnang Kota Batam mengimbau masyarakat untuk melakukan ibadah di rumah selama Ramadan. Foto: batampos.co.id/Azis Maulana

Beberapa pengurus masjid memang ada mengusulkan untuk tetap menggelar ibadah,  namun dengan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pusat.

“Mereka salat menggunakan masker, jarak minimal satu meter, serta membawa sajadah masing-masing. Namun kami tidak akomodir,” paparnya.

“Sebab sesuai dengan aturan pusat, untuk sementara kegiatan yang mengumpulkan orang banyak ditiadakan dulu,” katanya lagi.

Selain itu, untuk pemantauan hilal pertanda masuknya bulan suci Ramadan tetap digelar seperti tahun lalu. Bedanya, untuk sekarang hanya perwakilan saja yang turun ke lokasi pemantauan.

“Paling tiga hingga lima petugas rukyat saja. Karena tidak boleh ada banyak orang, jadi dibatasi. Rencananya masih di Bukit Tanjungpinggir nanti,” ujarnya.

Kegiatan lain yang digelar di rumah, yaitu Pesatren Ramadan yang sudah menjadi agenda
rutin setiap tahun. Siswa yang sekarang belajar dari rumah akan mengikuti pesantren daring atau online.

“Nanti gurunya yang akan membimbing. Jadi semua tetap berjalan meskipun tidak di se-
kolah,” kata Zulkarnain.

Ia juga meminta masyarakat untuk bisa memahami kondisi saat ini. Keselamatan umat jauh lebih penting. Apalagi ibadah tetap bisa dilaksanakan meskipun tidak di rumah ibadah.

“Ini berlaku untuk semua agama. Jadi sementara ibadah di rumah dulu. Kalau kondisi sudah pulih nanti bisa kembali dilaksanakan di masing-masing rumah ibadah,” terangnya.(yui)

Update