batampos.co.id – Angka pertambahan pasien positif Covid-19 di Batam sangat tinggi dalam sehari kemarin. Semula, Kamis (16/4) kemarin, hanya ada satu tambahan positif Covid-19, namun ternyata ada tambahan lagi delapan orang. Sehingga total di Batam sudah 26 orang.
“Ini data yang kita peroleh dari hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis BTKLPP Batam dari beberapa rumah sakit di Kota Batam,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, tadi malam.
Rudi menyebutkan, tambahan satu yang pertama atau kasus 18 adalah seorang perempuan berinisial W berusia 29 tahun. Dia berprofesi sebagai guru salah satu sekolah di Batam Center. W berdomisili di sebuah perumahan di Kecamatan Batam Kota.
Berdasarkan analisa pasien tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota, namun pada 20-24 Maret pernah dirawat di salah satu RS swasta di Batam Center akibat mengalami demam yang disertai batuk berdarah, lebih kurang satu minggu sebelumnya.
Yang bersangkutan sempat dirawat dalam satu ruangan dengan terkonfirmasi kasus 04 selama sehari (23/3). Diagnosa yang ditegakkan oleh dokter saat itu adalah TB Paru Millier+Hemaptoe. Lalu pada 24 Maret, pasien diizinkan pulang untuk selanjutnya dirawat jalan di Poli Paru rumah sakit tersebut.
Pada 4 April 2020 dilakukan RDT (rapid test) di salah satu puskesmas dengan hasil reaktif. Selanjutnya pada 7 April dilakukan pemeriksaan sampel swab.
“Hari ini terkonfirmasi positif dan ditetapkan sebagai kasus baru nomor 18 Kota Batam,” ujar Rudi, tadi malam.
Saat ini, kata Rudi, kondisi yang bersangkutan baik dan stabil. Ia dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan untuk perawatan lebih lanjut.
“Tim kami saat ini sedang melakukan proses contact tracing terhadap semua orang yang ditengarai berkontak dengan kasus 18 ini,” kata Rudi.
Sementara delapan kasus positif tambahan yang dirilis malam hari, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan. Dari empat laki-laki tersebut, tiga anggota polisi dari Polda Kepri yang menjalani masa karantina di RS Bhayangkara setelah pulang dari sekolah calon perwira di Sukabumi, beberapa waktu lalu.(iza/jpg)
