batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga, M Nizar memberikan penghargaan kepada Desa Panggak Darat, Kabupaten Lingga yang membuat sawah wisata disejumlah fasilitas di atas lahan sawah seluas lima hektare.

Seperti gazebo, jembatan dan sejumlah spot foto yang indah di tengah sawah.

“Ini khusus untuk Desa Panggak Darat karena kepala desanya telah berjibaku menjadikan sawah sebagai pendapatan desa dan peningkatan ekonomi masyarakat desa tersebut,” kata Nizar saat ditemui di sawah miliknya di Desa Panggak Darat.

Nizar menceritakan, selama dua tahun berturut-turut Kepala Desa Panggak Darat,  Zulmafriza, bertekad kuat menggelontorkan 90 persen dana desa membuka lahan serta
keperluan pertanian.

Seperti pembangunan pipa dari gunung hingga ke area persawahan sepanjang 6 kilometer.

Selain itu, mereka menyediakan 135 hektare lahan untuk dijadikan sawah bagi seluruh masyarakat terutama warga Desa Panggak Darat yang memiliki niat kuat menanam padi sebagai penghasilan mereka.

Jika terbukti selama dua tahun warga serius menanam padi dan berhasil, pemerintah  desa akan memberikan sertifikat lahan kepada warga bersangkutan.

Untuk itu, Pemkab Lingga, kata Nizar akan membangun sejumlah fasilitas di atas kawasan inti pertanian sawah di Desa Panggak Darat itu menjadi kawasan wisata yang
akan menjadi andalan bagi Desa Panggak Darat.

Namun Desa akan membuka terlebih dahulu lahan persawahan inti seluas lima hektare tersebut.

“Ke depan akan ada jembatan panjang di atas pertanian ini dengan pemandangan padi yang menguning dan terbentang luas,” ujar Nizar.

Ia juga telah membuktikan panen hingga belasan ton padi di kawasan yang disediakan desa tersebut. Dari lahan sawah yang digarap sendiri oleh Nizar itu, hasil panennya akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Terlebih bagi warga yang kena dengan imbas wabah Covid-19 ini. Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza, 80 persen warga desa yang dipimpinnya telah bercocok tanam padi di lahan tersebut.

Bahkan dari sisi penghasilan, warga yang panen telah mendapat uang dan meningkat penghasilannya.

“Jika satu hektare sawah menghasilkan 4,5 ton beras, warga akan mengantongi  penghasilan kurang lebih Rp 40 juta dalam tiga bulan. Jika per kilo beras dihitung
Rp 10 ribu,” kata Zulmafriza.(wsa)