batampos.co.id – Seiring rencana Pemko Batam memberlakukan karantina tingkat RT, maka warga akan dibagikan sembako.
Rencananya, pembagian ribuan paket sembako ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pada hari ini, Sabtu (18/4/2020).
Pendistribusian dilakukan berdasarkan data warga miskin dan warga yang terdampak langsung Covid-19.
Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam yang juga Wakil
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pendistribusian diatur agar tidak menimbulkan keramaian dan kerumunan warga.
Untuk itu, masing-masing camat akan mengatur melalui lurah dan perangkat RT agar sembako diterima orang yang sudah terdata.
“Skemanya, kami serahkan kepada masing-masing camat. Karena mereka punya cara berbeda-beda untuk membagikan sembako ini,” kata dia, Jumat (17/4/2020).
Paket sembako lanjutnya terdiri dari lima kilogram beras, dua liter minyak, dan satu kilogram gula akan diberikan sebagai bentuk bantuan meringankan beban warga yang terdampak langsung Covid-19 ini.

Menurutnya, sektor pariwisata terdampak cukup banyak. Ribuan pekerja dirumahkan karena perusahaan mereka berhenti beroperasi sementara karena pandemi Covid-19.
Amsakar menjelaskan, penerima paket sembako harus membawa kartu keluarga (KK) dan KTP sebagai bukti dan memudahkan petugas mendistribusikan sembako.
Penerima wajib merupakan kepala keluarga atau istri. Hal ini untuk menjamin sembako diterima yang bersangkutan dan tidak boleh diwakilkan.
“Mekanisme bisa apa saja. Pembagian berdasarkan RT mungkin diatur jadwalnya, agar mereka tidak bentrok. Bisa juga menghubungi via pesan singkat. Kami tegaskan jangan sampai ada keramaian nantinya,” bebernya.
Setelah tahap pertama selesai, Pemko Batam akan kembali menggelontorkan
bantuan sembako pada awal Mei mendatang.
Bantuan akan disiapkan untuk waktu 6 bulan dan dibagikan per bulan. Bantuan sembako tahap kedua nanti bersumber dari Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Paket sembako tahap dua nanti rencananya berisikan 10 kg beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mi instan.
“Dari Pak Gubernur akan bantu. Nanti dari Pemko dan BP Batam juga akan kita urus.
Sudah dapat izinnya untuk menganggarkan itu,” tuturnya.
Camat Sekupang, Muhammad Arman, mengatakan, pendistribusian sembako dilakukan langsung mendatangi rumah penerima guna menghindari kerumunan warga seperti yang digelar sebelumnya.
“Jadi kami door to door. Petugas akan ditemani RT setempat untuk mempermudah pendistribusian nantinya,” kata dia.
Untuk Kecamatan Sekupang mendapatkan 31 ribu sembako. Penerima merupakan orang yang terdampak langsung Covid-19.
Berdasarkan data, penerima adalah pekerja perhotelan yang dirumahkan, pelaku
UKM, tukang ojek, dan warga tidak mampu.
“Karena door to door jadi pendistribusian akan memakan waktu dua hingga tiga hari. Warga harap bersabar,” ujarnya.
Karena sembako yang dibagikan terbatas, ia meminta warga yang mampu untuk turut membantu pemerintah. Penerima yang diakomodir adalah mereka yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan,” harapnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, total anggaran untuk penanganan Covid-19 di Batam mencapai Rp 280-an miliar.
Anggaran tersebut sudah ditambah dari anggaran Pemko Batam berupa perjalanan dinas dan belanja-belanja yang tidak terlalu prioritas.
“Semuanya dialihkan ke penanganan Covid-19,” ucapnya.
Di sisi lainnya, Rudi sudah sepakat dengan Plt Gubernur Kepri, Isdianto, untuk meminta pekerja migran Indonesia (PMI) yang bukan berasal dari Batam segera kembali ke daerah masing-masing.
Proses pemulangannya akan dibantu oleh aparat yang berwajib.(yui/gie/leo)
