batampos.co.id – Pasca merebaknya wabah virus Corona di Batam, mungkin tak banyak yang tahu bagaimana aktivitas para tenaga medis yang menangani pasien yang terinfeksi virus tersebut.
Dua buah gambar foto dari salah seorang tenaga medis (perawat) RSBP Batam diterima Humas BP Batam, Sabtu (18/4/2020).
Dalam foto itu terlihat 5 orang tenaga medis di RSBP Batam yang menggunakan alat pelindung diri lengkap (APD) dan sedang membersihkan ruangan isolasi serta membereskan ranjang tempat tidur pasien Covid-19.
Salah seorang di antaranya terlihat melambaikan kedua tangannya, seolah sedang memberi pesan,
“Tetaplah di rumah untuk kami, dan doakan kami bekerja untuk Anda,” begitulah kira-kira ungkapannya.
Tim Humas BP Batam mencoba menghubungi salah seorang tenaga medis di RSBP Batam, Ns. Norma Elina, untuk mengetahui aktivitas keseharian para pejuang Covid-19.

Ns. Norma Elina adalah kordinator perawat penanganan pasien Covid-19.
Kepada tim humas, ia menjelaskan ruang isolasi dibersihkan setiap pergantian sit rutin. Bila terdapat urgen cairan atau ada tumpahan, harus segera dibersihkan.
Sementara pasien yang sudah membaik dan pulang, tempat tidurnya langsung dibersihkan menggunakan disinfektan.
“Pada pasien selalu dilakukan cek vital sign setiap sif dan apabila ada pasien yang bermasalah vital sign, maka akan dipantau melalui cctv. Untuk pasien yang dirawat di ruangan ICU terdapat monitor central di nurse station,” jelasnya.
Ia mengatakan, dalam hal perawatan bagi pasien yang sadar penuh, untuk buang air kecil atau buang air besar bisa secara mandiri.
Sementara untuk pasien ICU sudah terpasang selang kateter atau selang makan (NGT) untuk support ke pasien.
Menurut Norma, secara manusiawi rasa takut dalam menangani pasien Covid-19, pasti ada.
“Rasa takut itu ada, tapi karena dalam menangani pasien selalu dilengkapi APD lengkap, seperti kaca mata (goggle), sepatu bot, sarung tangan karet, coverall, pace shiel/helm, masker dan bekerja sesuai SOP, rasa takut menjadi hilang,” jelasnya.

“Dan setelah tindakan ke pasien, kita mandi dengan bersih dan sebelum pulang ke rumah kita mandi lagi hingga bersih, lalu pulang ke rumah,” katanya lagi.
Ns. Norma Elina yang sudah bekerja di RSBP Batam sejak 1998 itu tidak sendirian. Dalam satu sif katanya terdapat beberapa tenaga medis.
“Sebelumnya kami perawat setiap shif 2 orang selama 2 bulan. Selanjutnya bulan ke-3 yang dinas berempat, sejak tanggal 6 April 2020 yang berdinas 7 orang, itu bantuan dari berbagai rumah sakit yang ditugasi oleh Dinkes 10 orang,” katanya.
Dalam setiap menangani pasien, Norma bersama timnya selalu berusaha menumbuhkan pikiran positif.
“Kami selalu mengatakan hati yang gembira adalah obat dan semangat yang patah akan mengeringkan tulang. Banyak berdoa, berfikiran positif, olah raga teratur, minum air putih dan selalu bersemangat,” paparnya.
Di akhir wawancaranya, Norma Elina berpesan untuk selalu menjaga kebersihan.
“Jangan lupa selalu cuci tangan memakai sabun atau yang berbasis alkohol,” katanya.(*)
