batampos.co.id – Bangkai kapal asing yang tenggelama di perairan Out Port Limited (OPL), Rabu (15/4/2020), ditarik agar tidak menganggu alur pelayaran.

Kasubsi Operasi PPLP Tanjunguban, Abdul Rachman, mengatakan, kapal asing tersebut berbendera Dominika MT Wan Da, GT 325 Ton.

Kata dia, tindakan ini diambil setelah dilakukan koordinasi Kepala PPLP Tanjunguban dengan Kantor Utama Pelabuhan Batam.

Saat ini, pihaknya sedang berupaya memindahkan kapal tenggelam dan hanyut ke  perairan Indonesia tersebut ke alur pelayaran yang aman.

“Sekarang sedang tahap pekerjaan di laut. Ditarik dengan tugboat,” katanya.

Kapal asing tersebut hanyut terbawa arus, hingga memasuki perairan Indonesia.

Dikatakannya, kapal ditarik ke tempat yang aman dari jalur transportasi agar transportasi laut bisa berjalan dengan aman dan lancar.

“Setengah mil dari Pulau Putri,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban Handry Sulfian membenarkan satu kapal tenggelam di perairan OPL.

“Tenggelam di sekitar perairan Johor Malaysia,” ujar Handry saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2020).

Diduga terbawa arus, saat ini kapal sudah memasuki perairan Indonesia berdasarkan laporan Disnav Kelas I Tanjungpinang/VTS Batam dan KRI Krait.

“Hari ini posisi kapal bergeser 1 Nautical mill dari TSS (Traffic Separation Scheme),”  kata dia.

Dia menyebut, posisi kapal sudah memasuki wilayah Perairan Indonesia dengan koordinat 1° 21. 275′ N/ 104° 19.794 E.

Menyikapi kejadian ini, PPLP Tanjunguban telah berkoordinasi dengan KUPP Kelas II  Tanjunguban dan Basarnas.

“Sudah saya perintahkan Kasubsi Operasi PPLP, saudara Abdul Rachman untuk mengerahkan dua kapal PPLP ke lokasi,” ujarnya.

Dua kapal PPLP Tanjunguban yang sudah bergerak menuju ke lokasi yakni KN. Rantos – P.210 dan KN. Kali-masadha – P.115.

“Saya minta kedua kapal ini melaksanakan pengamanan dan pengawasan terkait teng-
gelamnya MT. Wan Da,” tegasnya.(met)