batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam yang melakukan aktivitas di luar rumah diminta untuk terus menggunakan masker.

Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, hingga kini, Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan warga yang menjadi pasien positif Covid-19 terus meningkat di kota ini.

Dia juga meminta masyarakat supaya tidak berkumpul di luar rumah dan selalu memakai
masker. Jika hal ini tak dihiraukan masyarakat, kata Purwadi, pihaknya akan menangkap dan digiring ke kantor polisi.

”Akan kami amankan. Didata untuk diedukasi atau diproses hukum agar (warga) tidak  mengulangi lagi dan patuh terhadap anjuran pemerintah di situasi wabah ini,” ujar Purwadi, Minggu (19/4/2020).

Untuk menerapkan kawasan wajib masker, Polresta Barelang melakukan sosialisasi dan razia di 10 titik kawasan Lubukbaja, dan Batuampar.

Di antaranya jalan protokol dan di persimpangan traffic light.

“Kami lakukan imbauan secara humanis. Karena sekarang sudah kawasan wajib masker. Sekarang kami buat checkpoint untuk razia secara langsung di jalanan. Ada juga anggota yang langsung turun ke lapangan untuk membagikan masker,” katanya.

Serikat Tolong Menolong Maranata Perumahan Pantai Gading, Bengkong, membagikan masker kepada masyarakat. Polresta Barelang akan menangkap warga yang tidak menggunakan masker ditengah pandemi Covid-19. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Purwadi menjelaskan, selama sosialisasi dan edukasi ini, pihaknya juga tetap mengedepankan physical distancing atau pembatasan jarak fisik antarsatu individu  dengan lainnya.

Ia pun berharap supaya seluruh warga Batam bisa mematuhi imbauan pemerintah untuk mengantisipasi penularan covid-19.

”Jangan berkumpul, jaga jarak, dan jaga kebersihan,” ujarnya.

Sementara itu, mendukung program pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19
di Batam, warga Perumahan Sumberindo RT 07/08 RW 12 Tanjunguncang memperketat akses pintu masuk ke perumahan tersebut.

Empat pintu masuk kini dipasangi portal kayu dan dijaga oleh warga. Ketua RT 08, Sakri Afandi Siregar, mengungkapkan ada lima akses masuk di perumahan tersebut.  Namun, sekarang hanya satu akses masuk saja yang difungsikan.

”Sisanya, yang empat lagi kami tutup total. Satu pintu utama kami perketat penjagaan. Tidak sembarang orang yang masuk,” jelasnya.

“Di luar warga kompleks, kami larang masuk. Bagi warga yang tidak dikenal, kami periksa. Tanya keperluannya apa,” ujar Sakri.

Sakri berharap warganya yang terpapar Covid-19.

”Saya selalu imbau warga supaya pakai masker kemana-mana kalau keluar rumah. Selain
itu, sering mencuci tangan serta menjaga kesehatan dan lingkungan,” jelasnya.

Selain di Perumahan Sumberindo Tanjunguncang, beberapa kompleks di Batam juga memberlakukan warga luar kompleks melapor sebelum masuk ke perumahan dan wajib memakai masker.

Sebut saja, Kompleks Perumahan Baloi Indah di Kampung Pelita Lubukbaja, dan juga  warga Perumahan Cendana, di Kelurahan Belian, Batam Kota.(opi/ali)