batampos.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, kondisi kesehatan Wali Kota Tanjungpinang Syahrul membaik, meski sampai sekarang masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib dan masih dinyatakan positif Covid-19. Indikator kondisi Wali Kota Syahrul membaik yakni ginjal dan jantung mulai berfungsi normal.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang mengatakan, mendapat informasi bahwa kondisi Wali Kota Syahrul membaik. ”Ini sebuah keajaiban. Sungguh luar biasa, doa masyarakat kepada pemimpinnya sehingga kondisi Pak Syahrul menunjukkan kondisi yang tidak kritis lagi,” ucap Tjetjep pada Senin (20/4).
Tjetjep mengatakan, Syahrul belum sadarkan diri lantaran masih dipasang alat ventilator. Jika kondisinya makin membaik, alat tersebut akan dilepas. ”Sudah beberapa hari ini masih ditidurkan karena dipasang ventilator untuk membantu pernapasannya,” tutur Tjetjep.
Syahrul dirawat di RSUD Provinsi Kepri sejak 11 April. Dia dinyatakan positif Covid-19 dua hari kemudian. Sampai sekarang pihak yang berwenang belum membeberkan hasil penelusuran penularan Covid-19 terhadap Syahrul. Selain Syahrul, sejumlah orang terdekatnya, seperti istrinya dan dokter keluarganya dinyatakan positif Covid-19.
”Kami berharap masyarakat terus mendoakan Pak Syahrul dan keluarganya. Semoga segera sembuh, dapat berkumpul dengan keluarga dan masyarakat,” ucap Tjetjep.
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, Kepri, menyebutkan istri dan dokter pribadi Wali Kota Tanjungpinang Syahrul terkonfirmasi positif Covid-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, berdasar keterangan dari pasien, istri wali kota pernah melakukan perjalanan ke Sumatera Barat dan Batam dalam tiga minggu terakhir.
Sedangkan, dokter pribadi wali kota diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota dalam sebulan terakhir. Namun dia merawat Syahrul di rumah selama kurang lebih satu minggu. ”Saat ini pasien dalam kondisi stabil dan diisolasi di rumah masing-masing,” terang Rustam.(antara)
