batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam sedang merancang pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk diterapkan di kota kepulauan yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia itu. Salah satu alasan pengajuan PSBB adalah kondisi Batam sebagai kota terbuka lalu lintas orang dan barang yang sulit untuk dikendalikan. Dengan kondisi seperti itu, dikhawatirkan penyebaran virus sulit ditekan.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad seperti dilansir dari Antara di Batam menjelaskan, pemkot mencatat sedikitnya 72.000 pekerja migran Indonesia pulang melalui jalur resmi lewat Batam. Ditambah yang masuk ke kota itu secara ilegal. Belum termasuk lalu lintas orang melalui kapal antarprovinsi. Saat ini saja terdapat 40 ABK KM Kelud dikarantina, 28 di antaranya positif Covid-19.
”PSBB sudah disepakati. Landasan utama, PSBB memungkinkan daerah memberikan sanksi. Saat ini, daerah tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi meskipun tipiring. Kalau PSBB, buat posko di beberapa titik, bisa memobilisasi. Bagi kedai kopi dan rumah makan yang tidak disiplin, bisa diangkat kursi-kursinya,” kata Amsakar Achmad pada Senin (20/4).
Selain karena kota terbuka, lanjut dia, PSBB perlu diterapkan mengingat jumlah penderita Covid-19 di Batam terus meningkat. Bahkan, sudah sampai penularan lokal level 2.
”Melihat eskalasi yang ada, pertumbuhan sebaran yang mulai mencemaskan, ditambah kondisi yang belum ada kendali arus kedatangan orang dan barang, sudah cukup penting,” ujar Amsakar Achmad.
Bila PSBB diterapkan, pemerintah daerah dimungkinkan membuat aturan-aturan khusus. Misalnya, warga yang baru datang dari daerah lain harus menjalani karantina selama 14 hari secara mandiri. Apabila terbukti terdampak, pulang dengan biaya sendiri. Rencananya, Pemko Batam akan mengajukan PSBB bersama Pemprov Kepri.
”Kalau dokumen betul-betul sudah clear, akan disampaikan ke gubernur dan kemenkes. Gubernur sudah buat konsepnya, bahan dari kita bisa jadi pengayaan,” terang Amsakar Achmad.
Bila sudah diajukan, diharapkan bisa segera disetujui pemerintah pusat. Dia berharap saat PSBB diterapkan, kebutuhan logistik sudah terkumpul.(antara)
