Senin, 27 April 2026

Proses Swab di BTKLPP Kelas I Batam Terhenti, Penyebabnya…..

Berita Terkait

batampos.co.id – Proses swab di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam terhenti sementara waktu.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, hal itu disebabkan kosongnya reagen untuk melakukan uji lab swab sebelum menentukan seseorang positif atau negatif Covid-19.

Menurut Tjetjep, kebutuhan pendukung bagi proses swab tersebut sudah dipesan ke
Jakarta oleh BTKLPP Batam.

“Semoga reagen yang kita pesan ini segera tiba di Batam, sehingga proses swab kembali dilakukan. Saat ini untuk keluarganya Wali Kota Tanjungpinang ada 24 yang sedang menunggu proses swab, termasuk jurnalis yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan
(PDP) saat ini,” ujar Tjetjep, Minggu (19/4/2020).

Ditegaskannya, karena terhentinya proses swab tersebut, pihaknya belum bisa  enyampaikan update terkini mengenai perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri, khususnya jumlah yang dinyatakan positif.

Ia juga mengatakan, data yang disajikan pada Minggu (19/4/2020) tidak jauh berbeda  dengan update pada Sabtu (18/4/2020).

Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 234 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 2.509, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 1.116.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Uji swab di lembaga itu sempat terhenti sementara karena kehabisan reagen. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Jumlah yang positif Covid-19 di Provinsi Kepri sebanyak 52 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak enam orang, dan yang meninggal tujuh orang. Sedangkan yang reaktif hasil rapid test sebanyak 61 orang,” jelasnya.

Kepala BTKLPP Kelas I Khusus Batam, Slamet Musliswanto, membenarkan reagen untuk pemeriksaan swab melalui PCR (Polymerase Chain Reaction) telah habis sejak Sabtu (18/4/2020) lalu.

Akibat persedian reagen kosong, pemeriksaan sampel terhadap pasien terduga Covid-19  tertunda.

“Tahu aja (reagen habis),” katanya.

Namun, ia mengatakan, sebanyak 50 reagen sudah berada di Batam sejak Minggu (19/4/2020) sore.

Sehingga pemeriksaan sampel swab kembali bisa dilaksanakan.

“Saya dengar begitu, kabarnya sudah ada di Batam (reagen).”

Slamet mengatakan, selama persedian reagen habis, para petugas di BTKLPP melaksanakan proses pembukaan sampel (unboxing) dan juga ektraksi untuk mendapatkan RNA dari SARS-Cov2.

“Sejak Sabtu dan Minggu ini, petugas sudah melakukan itu (unboxing dan ektraksi). Nantinya begitu reagen datang, sudah bisa langsung dilakukan pengujian di PCR,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pemeriksaan dilakukan Senin (20/4/2020) dan hasilnya akan diketahui.

Diperkirakan 50 reagen itu akan langsung habis karena banyak antrean swab yang harus diuji PCR.

“Ya, mau gimana lagi,” ucapnya.

Walaupun begitu, Slamet, mengatakan, Tim Gugus Tugas akan terus berusaha mencari reagen ke beberapa vendor.

“Kami akan cari terus, akan kebutuhan reagen Batam bisa terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Tjejep mengatakan, berdasarkan informasi dari vendor, reagen yang dipesan dalam jumlah banyak baru akan datang lima hari ke depan.(jpg/ska)

Update