batampos.co.id – Stok beras di gudang Bulog Ranai dan Sedanau, Kabupaten Natuna,  dipastikan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tiga bulan mendatang.

Dimana total ketersediaan beras Bulog di Natuna sebanyak 737 ton, terdiri dari stok beras di gudang Bulog Ranai sebanyak 348 ton dan di gudang Bulog Sedanau sebanyak 389
ton.

Kapolres Natuna sekaligus Wakil Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19, AKBP Ike Krisnadian, menegaskan, cadangan beras dipastikan masih aman untuk kebutuhan
masyarakat selama tiga bulan ke depan.

Ketersiadaan beras ini untuk menjamin kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19.

“Dua gudang Bulog yang kita pantau dipastikan masih cukup. Cadangan berasa bisa penuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan,” ujar Kapolres saat mengecek gudang Bulog Ranai, Sabtu (18/4/2020) lalu.

Ike mengatakan, peninjauan ditujukan untuk memantau kesiapan percepatan pencegahan wabah corona di Kabupaten Natuna.

Pemantauan termasuk di kantor Touris Information Center (TIC) Dinas Pariwisata yang dijadikan posko dan kantor Sekretariat Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

Dimana saat ini kantor tersebut digunakan anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk wilayah Natuna.

Didampingi sejumlah Tim Satgas Covid-19, Kapolres juga meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna.

Ilustrasi. Beras bulog yang berada di Gudang Bulog di Batuampar, Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Memastikan kesiapan rumah sakit rujukan dalam menangani pasien yang dirawat ditangani dengan tepat meski Natuna masih zona hijau.

“Kasus wabah Covid-19 harus diantisipasi semua elemen masyarakat, dan patuhi  kebijakan pemerintah untuk kepentingan bersama, memutus mata rantai kasus wabah ini,” ujar Kapolres.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Natuna, Hikmat Aliansyah, menyatakan, jumlah ODP di Natuna mencapai 174 orang, selesai pemantauan 153 orang.

Proses pemantauan saat ini 21 orang, sementara jumlah pasien dalam pengawasan
(PDP) mencapai 48 orang.

“Spesimen sudah diperiksa ada 4 orang, 2 PDP, dan 2 ODP hasilnya negatif. Rapid test
pada 3 orang PDP non reaktif, rapid test 9 ODP juga non reaktif. Termasuk rapid test 5  OTG, semuanya non reaktif. Alhamdulillah, untuk kasus positif tetap nihil,” sebutnya.

Meski di Natuna masih zona hijau dalam kasus pandemi wabah corona, pemerintah  daerah sudah melakukan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Di antaranya membatasi pergerakan manusia ke luar daerah termasuk antarprovinsi dan
luar negeri.

Seperti di Kecamatan Serasan, pembatasan aktivitas nelayan sudah diberlakukan.
Sebelumnya nelayan masih melakukan transaksi di Malaysia, kini sudah dihentikan.

Bahkan jumlah kapal barang juga dibatasi dalam bertransaksi antarprovinsi. Camat Serasan Wendriyadi, mengatakan, pemerintah kecamatan sudah menutup transaksi antara masyarakat Serasan di Malaysia untuk sementara.

Tetapi masih diberikan kelonggaran untuk bertransaksi dagang di Kalimantan, namun dilakukan pembatasan untuk memudahkan pengawasan.

“Saat ini kapal ikan dan kapal penampung dibolehkan bertransaksi dua kapal saja setiap minggu ke Pemangkat, Kalimantan Barat. Sebelumnya bisa 5 sampai 6 kapal penampung bertransaksi ke sana,” sebut Wendriyadi.(arn)