Rabu, 15 April 2026

BP Batam Segel Lahan Persero, Ini Alasannya….

Berita Terkait

batampos.co.id – Lahan milik Persero Batam di Batuampar disegel oleh Badan Pengusahaan Batam. Proses penyegelan dengan pemasangan papan peringatan mendapat penolakan dari pihak Persero.

Kepala Biro Promosi, Humas dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, BP Batam sudah mengingatkan Persero Batam supaya segera mengosongkan lahan
tersebut.

”Persero sudah mendapat pemberitahuan sebanyak tiga kali hingga 11 April lalu. Ada
dua lokasi lahan yang harus dikosongkan di Batuampar karena sudah habis masa berlakunya,” kata Dendi, Selasa (21/4/2020).

Karena tak kunjung diindahkan oleh Persero, BP Batam kata dia, memasang papan peringatan dan spanduk untuk mengingatkan Persero.

Dua satpam Persero Batam menahan pintu yang hendak disegel di lahan Persero Batam di Batuampar, Selasa (21/4/2020) kemarin. Pegawai Persero Batam sempat protes saat petugas Ditpam BP Batam memasang papan peringatan dan pemberitahuan bahwa lahan tersebut sudah lama habis masa berlakunya. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”BP juga meminta agar Persero menyampaikan daftar tenant dan dokumen kontrak untuk
pengalihan kontrak ke BP Batam,” ujarnya.

Pemasangan papan peringatan telah dilakukan sejak Senin (20/4/2020) hingga Selasa (21/4/2020). Namun, pemasangan di hari kedua mendapat penolakan dari Persero Batam.

Khusus kasus lahan milik Persero, BP Batam memang memutuskan tidak memperpanjang sewa lahannya karena akan digunakan untuk memperluas pelabuhan Batuampar.

Tahun sewa terakhir Persero yakni di tahun 2017. Saat itu, pihak Persero menolak pemutusan sewa lahan tersebut.

Tapi, sepertinya Persero dan BP Batam belum menemukan kata sepakat dalam perundingan mengenai lahan tersebut.

Bahkan, saat BP Batam dipimpin Edy Irawadi Putra, Persero malah masih menggunakan gudangnya di lahan yang tak diperpanjang sewanya tersebut.

“Persero sudah terima order kakao sehingga gudangnya dikontrak. Dan ternyata setelah saya selidiki, lahan Persero sudah tidak diperpanjang oleh BP,” kata Edy kala itu.

“Artinya otomatis lahan itu punya BP dan bisa dari dulu saya bongkar. Ada sesuatu yang tersembunyi yang saya tidak tahu. Saya kesal banget,” ujar Edy lagi.(leo)

Update