Senin, 27 April 2026

ICW Bilang Begini Terkait Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo Mundur

Berita Terkait

batampos.co.id – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, seharusnya CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara sudah mundur dikritik.

Peneliti ICW, Wana Alamsyah, menyampaikan, semestinya Belva sudah mengundurkan diri menjadi staf khusus milenial Presiden Joko Widodo sebelum ramainya kritikan publik.

Sebab, proses penunjukan lembaganya Ruangguru.com sebagai mitra Kartu Prakerja, sangat kental nuansa konflik kepentingan.

“Sedari awal, setiap pejabat publik yang memiliki konflik kepentingan sudah seharusnya mundur dari jabatannya. Pun ketika ditawarkan, sepatutnya harus mengundurkan diri dari jabatan di perusahaannya,” kata Wana dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Dalam konteks Ruangguru.com, Wana menilai, sebagai mitra kerja Kartu Prakerja, sepatutnya seluruh mitra dihentikan terlebih dulu untuk kemudian dilakukan evaluasi.

Terlebih, perusahaan milik Belva Devara merupakan anak perusahaan asal Singapura.

Wana memandang, penunjukan Ruangguru.com sebagai mitra Prakerja memunculkan kesan tidak objektif dan tidak sesuai dengan peraturan presiden.

ILUSTRASI: Peneliti Indonesian Corruption Watch Wana Alamsyah (kanan memakai kacamata) saat memaparkan hasil pemantauan tentang tren penanganan korupsi, di Jakarta, Selasa (18/9) (Dok.JawaPos.com)

Dia menilai, proses tersebut tidak transparan kepada publik.

“Sebab, proses pemilihannya pun tidak sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa,” sesal Wana.

‎Sebelumnya, CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, menyatakan mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden‎.

Hal ini karena polemik keterlibatan Ruangguru.com dalam program Kartu Prakerja.

Meski begitu, Belva Devara menegaskan kembali bahwa tidak ada konflik kepentingan sehingga Ruangguru terpilih menjadi mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja.

“Proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan dan pemilihan mitra dilakukan langsung oleh pemegang Kartu Prakerja,” ujar Belva.

Menurut Belva, walau meyakini tak ada konflik kepentingan, keputusan mundur dari jabatan Stafsus Jokowi tetap diambil, karena tidak ingin membuat polemik berkepanjangan.

“Ini dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya.(jpg)

Update