Rabu, 29 April 2026

Kini Paket Sembako Murah Dari Pemko Batam Digratiskan

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam mulai menyalurkan paket sembako murah tahap pertama. Sembako senilai Rp 100 ribu ini merupakan agenda rutin yang digelar Pemko setiap menghadapi momen besar seperti puasa, lebaran, hingga natal.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, sembako tahap pertama ini harganya sama dengan tahun lalu.

Bedanya, kalau tahun lalu masyarakat membayar Rp 50 ribu, sekarang karena pandemi Covid-19, sembako digratiskan.

”Jadi tidak benar Rp 300 ribu. Itu untuk harga sembako tahap kedua yang akan dibagikan baik Pemko, BP Batam hingga provinsi nanti,” kata dia, Selasa (21/4/2020).

Karena sudah menjadi agenda rutin, makanya sembako tahap pertama ini harganya sama dengan tahun lalu.

Sembako tersebut berisi lima kilogram beras, dua liter minyak makan, dan satu kilogram gula. Rencananya, pemberian sembako ini dilakukan selama tujuh bulan ke depan.

Tahap pertama ini merupakan awal dari rencana pemberian sembako karena pandemi. Untuk nilainya, menyesuaikan dengan anggaran yang ada sama seperti tahun sebelumnya.

Salah seorang warga mengendong beras yang diperolehnya dari bazar sembako murah. Tahun ini Pemko Batam kembali menyalurkan paket sembako murah secara gratis karena pandemi Covid-19. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Selanjutnya untuk enam bulan ke depan, Pemko, BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri akan kembali memberikan sembako, namun jumlahnya lebih besar dari yang tahap pertama.

Rencananya sembako yang diterima masyarakat berupa 10 kilogram (kg) beras, tiga liter minyak makan, dan satu dus mie instan.

”Ini nilainya diperkirakan Rp 300 ribu. Inilah yang akan dibagikan selama enam bulan
ke depan. Pemko dua bulan, BP Batam dua bulan, dan provinsi dua bulan. Bulan ini sudah dari yang sembako murah itu yang dikelola Disperindag,” jelasnya.

Ia mengatakan, sembako tahap awal yang disiapkan Pemko Batam hanya ada sebanyak 192 ribu kepala keluarga (KK).

Paket sembako yang dibagikan itu masih kurang. Karena ada 260 ribu KK yang sudah terdata waktu lalu.

”Sebenarnya jumlah warga yang terdata ada 260 ribu KK. Sedangkan paket yang ada
di Disperindag hanya ada 192 paket. Jadi kami masih kekurangan 68 ribu kemarin,” jelasnya.

“Ini yang kami minta bantuan ke pengusaha. Jadi kalau ada paket yang berbeda jangan
risau. Karena memang itu ada bantuan dari pengusaha juga. Sebab kan kita hanya
menganggarkan 192 paket,” bebernya lagi.

Ia menjelaskan kekurangannya ada sekitar 30 ribu paket. Pihaknya berupaya mencari bantuan agar kebutuhan sembako terpenuhi.

Amsakar mengimbau kepada pihak lainnya yang mampu membantu Pemko Batam dalam menutupi kekurangan tersebut.

“Setidaknya bersama-sama membantu masyarakat. Kalau ingin berkontribusi lebih baik
satu tangan mumpung pada saat yang sama kita masih membutuhkan bantuan,” ucapnya.

Ia menegaskan untuk tahap awal sekarang ini bisa dibilang keputusan yang cepat dalam
menangani permasalahan Covid ini.

”Bisa dibilang bonuslah. Biar sembako murah ini dihabiskan jadi tak ada penumpukkan di gudang karena barang itu kan sudah ready,” tambahnya.(gie)

Update