batampos.co.id – Sebagian pelamar program kartu prakerja kecewa. Penyebabnya pengumuman yang disampaikan panitia tidak konsisten. Misalnya pada Jumat (17/4) dinyatakan lulus. Tetapi Selasa (21/4) ditetapkan tidak lulus.
Keluhan dari pelamar prakerja yang mengalami nasib seperti itu banyak beredar di Twitter maupun Instagram. Salah satunya dialami oleh Yusuf A. Pengangguran berusia 23 tahun itu tinggal di Bogor, Jawa Barat. Saat dihubungi kemarin dia mengaku lega saat melihat pengumuman program prakerja Jumat pekan lalu. Saat itu dia dinyatakan lulus.
Yusuf yang saat ini berstatus sebagai pencari kerja itu kemudian kaget saat melihat dashboard laman kartu prakerja Selasa (21/4) lalu. ”Ternyata status saya keterangannya belum berhasil,” katanya.
Anehnya lagi, penyebabnya karena pendaftar pada gelombang yang dia pilih sudah penuh. Jika benar sudah penuh, lantas kenapa di hari Jumat sebelumnya dia dinyatakan lulus. Dia mengatakan, dirinya dan pelamar lain yang mengalami hal serupa pasti kecewa. Sebab semula sudah dinyatkaan lolos, bahkan sudah muncul nomor kartu prakerja-nya, ternyata selang empat hari kemudian dinyatakan gagal.
”Kalau memang gagal, kenapa tidak disampaikan gagal dari awal. Kenapa ini sampai muncul nomor kartu prakerja dan beragam pilihan pelatihan online,” terangnya.
Yusuf berharap, jika kasus ini disebabkan sistem yang error, harus segera diperbaiki. Apalagi sekarang masih gelombang awal pelaksanaan kartu prakerja. Dia menyarankan program kartu prakerja ini harus dipastikan benar-benar siap, sebelum dijalankan.
Persoalan lainnya adalah dana kartu prakerja sampai sekarang belum cair. ”Keterangannya masih proses,” kata Najib Munandar, salah satu pendaftar prakerja yang dinyatakan lulus.
Pemuda asal Pontianak itu statusnya sedang dirumahkan. Sehari-hari dia bekerja di sebuah hotel bintang empat di Pontianak. Karena dana program kartu prakerja belum cair, maka dia belum bisa memilih paket pelatihan online. Dia mengatakan, sudah mengincar sejumlah paket pelatihan online. Seperti pelatihan bahasa Inggris, teknologi informasi, dan pelatihan di bidang industri kreatif.
Ketika ditanya terkait berubahnya status peserta, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengaku tidak mengetahui hal itu. Menurut Denni, manajemen pelaksana tidak memberi notifikasi apapun di tanggal 17 April. ”Jadi saya tidak tahu itu siapa yang menyampaikan (kelulusan), saya tidak bisa berkomentar tentang itu,” ujarnya pada video conference, Rabu (22/4).
Sementara itu, terkait dana yang belum ditransfer, Denni menyebut proses pencairan dana masih berlangsung. Dia merinci, hingga pukul 17.36 WIB kemarin, pihaknya telah mentransfer dana kepada 64.251 peserta dan dipastikan akan terus bertambah.
Denni menjelaskan, hingga kini telah memproses anggaran untuk 168.111 orang peserta yang mengikuti program kartu prakerja gelombang I. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 596,79 miliar. Setiap peserta akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp 3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk tiga kali.
Sementara, lanjut dia, hingga pukul 16.17 WIB kemarin, jumlah peserta yang sudah melakukan registrasi sebanyak 7.658.122 orang. Adapun pendaftaran gelombang II akan ditutup hari ini (23/4) pukul 16.00 WIB. Dari peserta yang sudah melakukan registrasi itu, sebanyak 1.44.312 telah masuk joint batch kedua per jam 16.17 WIB kemarin.
”Angka yang begitu tinggi ini membuktikan bahwa pemerintah dapat menciptakan sebuah mekanisme pendaftaran yang itu mudah bagi masyarakat Indonesia, yang itu merefleksikan animo dari masyarakat, ditambah dengan kemudahan untuk mendaftar informasi yang sampai kepada masyarakat,” katanya. (jpg)
