batampos.co.id – Dukungan untuk memutuskan mata rantai pendemik Covid-19 terus didegungkan. Kali ini dukungan datang dari seorang bocah penyandang disabilitas di Tanjunguncang, Kota Batam.
Ialah Michael Diego Bagus Putra. Murid kelas V SD Yos Sudarso itu, rela membongkar celengannya untuk membantu tenaga medis yang menjadi gugus utama dalam memutuskan mata rantai penyebaran covid-19.
Meskipun tidak begitu banyak, namun tabungan recehannya diserahkan dengan ikhlas kepada perwakilan Pemuda Katolik untuk diserahkan kepada pihak yang mengelola keuangan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Kota Batam.
“Walaupun tidak banyak (bantuan), saya berharap agar tenaga medis selalu dilindungi Tuhan agar para korban segera sembuh,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang.

Diego adalah bocah disabilitas sejak lahir. Meskipun demikian dia memiliki sikap dan pemikiran yang optimis.
Meskipun kondisi tubuh yang tak sempurna layaknya anak-anak lain, dia tetap semangat menjalani hari-harinya sebagai anak dan murid sekolah.
Bahkan selama pendemik Covid-19 mewabah, putera pertama dari Yohana Mustika Sari ini, selalu berusaha berperan aktif menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya.
Dengan mengikuti semua anjuran pemerintah.
“Dia cukup cemas dengan pendemik ini. Segalah cara yang bisa dia lakukan pasti dilakukan untuk melawan penyebaran Covid-19 ini. Terakhir inilah dia membongkar celengannya buat disumbangkan untuk keperluan tenaga medis,” ujar Yohana.
Tindakan Diego ini diapresiasi pihak sekolah Yos Sudarso Batam di Tanjunguncang. Kepala SD Yos Sudarso Tanjunguncang, Marianus Sihotang, berharap agar apa yang dilakukan Diego bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lain dan juga masyarakat lain pada umumnya.(eja)
