Minggu, 26 April 2026

Kartu Prakerja Berubah Jadi Jaring Pengaman Sosial

Berita Terkait

batampos.co.id – Program kartu prakerja tidak akan menjamin pesertanya lebih mudah mendapat pekerjaan. Pemerintah menyebut program tersebut pada prinsipnya adalah bantuan sosial. Tujuannya, pesertanya bisa bertahan pada masa pandemi ini sekaligus mendapatkan keahlian lewat pelatihan yang ditawarkan.

Direktur Komunikasi, Kemitraan, dan Pengembangan Ekosistem Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky menuturkan, kartu prakerja adalah program pemerintah untuk memitigasi sektor ekonomi dari dampak Covid-19. Anggarannya hanya Rp 20 triliun.

’’Hanya 5 persen dari program safety net pemerintah dengan total Rp 405 triliun. Sisanya ada bantuan langsung tunai program keluarga harapan dan bantuan sembako,’’ jelasnya Kamis (23/4).

Hingga sore kemarin, dana bantuan kartu prakerja sudah diberikan untuk 168.111 peserta. Masing-masing mendapat Rp 3,55 juta yang dikirimkan ke virtual account atas nama peserta.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelaksanaan kartu prakerja kali ini pada dasarnya berbeda dengan konsep awal. Saat ini kartu prakerja menjadi bagian dari jaring pengaman sosial yang disiapkan pemerintah. ’’Program yang sebetulnya untuk reskilling dan upskilling karena situasi perekonomian semuanya serba mengalami shock,’’ terangnya.

Pelaksanaan saat ini bersifat temporer. Nanti begitu situasi normal, kartu prakerja dikembalikan ke konsep awal. Karena itu, sasaran prioritas saat ini adalah mereka yang terimbas Covid-19. Misalnya, pegawai yang dirumahkan (PHK) atau pekerja harian yang tidak mendapat penghasilan.

Selain mendapat skill tambahan lewat program, peserta disangga bantuan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Saat pandemi berakhir, pelatihan akan dilakukan secara 2 track, offline dan online.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, akan sia-sia jika pemerintah tidak menjamin lulusan prakerja terserap di lapangan kerja. ’’Program ini harus segera distop mumpung masih gelombang pertama. Pelatihan online di tengah krisis tidak relevan sama sekali,’’ tegasnya.(jpg)

Update