batampos.co.id – Aktivis Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan program kartu prakerja ke KPK karena dinilai tidak transparan. Mereka mendesak KPK untuk proaktif dalam pencegahan korupsi melalui proyek kartu prakerja yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 5,6 triliun.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyatakan, beberapa dugaan potensi korupsi dan kerugian negara itu, antara lain, adanya indikasi markup harga program dan kesalahan perencanaan.
Di sisi lain, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menyelidiki pelaksanaan program tersebut dari sisi persaingan usaha. Sebagai langkah awal, KPPU akan menggali informasi apakah delapan platform yang dipilih pemerintah sebagai mitra kartu prakerja tidak menyalahi aturan persaingan usaha.
’’Kami akan mendalami sistem penunjukan mitra tersebut karena nilainya sangat besar, Rp 5,6 triliun,’’ ujar Komisioner KPPU Guntur Saragih saat konferensi pers, Kamis (23/4).
Dia menyebutkan, dengan bujet sebesar itu, seharusnya terbuka lebar kesempatan bagi para pelaku usaha lain untuk ikut serta.
Ruangguru Perusahaan Indonesia
Sementara itu, platform Ruangguru kembali mendapat sorotan. Kali ini soal penyokong dananya. Berdasar data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkum HAM, sebanyak 99,99 persen saham Ruangguru (Ruang Raya Indonesia) adalah milik Ruangguru Pte Ltd yang berada di Singapura.
Dari 21 pemilik saham di Ruangguru Pte Ltd itu, Adamas Belva Syah Devara dan Muhammad Iman Usman memiliki saham terbanyak. Masing-masing memegang 432.922 lembar saham.
Belva yang karena polemik kasus ini memutuskan untuk mundur dari staf khusus presiden memastikan bahwa isu saham Ruangguru yang mayoritas dimiliki Singapura adalah tidak benar. Kemarin dia mengklarifikasi hal tersebut di kolom komentar posting akun Instagram-nya. ’’Ya Ruangguru Pte Ltd yang di Singapura ya punya saya juga,’’ terangnya.
Belva menjelaskan, Ruangguru tidak hanya mengembangkan sayap ke Singapura, tetapi juga ke beberapa negara lain di ASEAN. ’’Kami juga ada perusahaan Ruangguru lain plus ratusan pegawai di Vietnam dan juga di Thailand,’’ lanjutnya. Semua milik dia, anak muda berkebangsaan Indonesia.(jpg)
