Sabtu, 25 April 2026

Begini Suasana Terakhir di Bandara Hang Nadim Sebelum Penerbangan Komersial Ditutup

Berita Terkait

batampos.co.id – Jumat (24/4/2020) ratusan masyarakat Kota Batam memadati Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk melakukan penerbangan ke berbagai kota di Indonesia.

Mereka berbondong-bondong membeli tiket untuk menuju kampung halamannya, meski dengan harga tinggi.

Sebab kemarin adalah kesempatan terakhir untuk mudik ke kampung halaman menggunakan pesawat terbang, sebab mulai hari ini tak akan ada lagi penerbangan komersial untuk penumpang hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Andra, salah satu calon penumpang tampak bergegas menuju bandara untuk mendapatkan tiket tujuan Padang.

Ia mengaku tak ingin melewatkan kesempatan untuk berlebaran di kampung halamannya karena pemerintah menghentikan operasional pesawat mengangkut penumpang.

“Tadi malam saya dapat informasi kalau hari ini (kemarin, red) terakhir adanya pesawat. Kapal juga sudah tidak ada,” ujarnya di Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (24/4/2020).

Sesampai di loket tiket Lion Air, Andra tak mendapatkan tiket yang diinginkan. Petugas
menyebutkan seluruh tiket tujuan Padang habis terjual.

“Awalnya pasrah saja karena tiket habis. Yang saya fikirkan tak bisa Lebaran bareng dengan anak dan istri di kampung,” kata pria 32 tahun ini.

Namun, niatnya untuk berlebaran di kampung halaman akhirnya terwujud. Warga Batuaji ini mendapatkan tiket dari seseorang. Ia membeli dengan harga Rp 1,2 juta.

Petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam memeriksa suhu tubuh penumpang di pintu keberangkatan. Foto: BP Batam untuk batampos.co.idg nadim

“Ada yang menghampiri saya dan menawarkan tiket. Memang lebih mahal Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dari harga normal. Tapi daripada tak dapat, tak apalah,” ujarnya.

Sementara itu, Febri, warga Bengkong, mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah
menghentikan operasional pesawat.

Ia mengaku sudah membeli empat tiket Lion Air tujuan Padang untuk penerbangan 20 Mei nanti.

“Setelah dapat kabar tidak ada penerbangan, saya mau pastikan ke sini,” katanya.

Dia mengaku, empat tiket yang dibeli dengan harga Rp 4 juta tersebut dikembalikan
pihak Lion Air dalam bentuk voucher.

Voucher tersebut bisa digunakan untuk penjadwalan ulang atau mengganti rutenya pada kemudian hari.

“Nominalnya sama dengan harga saya beli tiket. Tapi percuma saja, karena sudah janjian pulang kampung Lebaran ini jadi batal,” gerutunya.(ska/opi)

Update