Jumat, 24 April 2026

Covid-19 Mewabah, Ratusan Mahasiswa Asal Papua Terkatung-katung di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Dampak wabah Covid-19 memukul semua sektor dan mempengaruhi semua sendi kehidupan.

Tak terkecuali dari kalangan mahasiswa di Batam. Seperti, Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) Kota Batam yang saat ini berjumlah 225 orang.

Mereka kesulitan mencari tempat tinggal. Pasalnya, dampak Covid-19 membuat manajemen kampus tak memperbolehkan mereka tinggal di asrama.

Ketua KMP Kota Batam, Iman Elabi, mengatakan, mereka saat ini sangat kekurangan dan kesulitan. Salah satunya tempat tinggal dan biaya hidup sehari-hari.

”Jumlah mahasiswa asal Papua yang ada di Batam sebenarnya ada 250 orang. Namun yang 25 orang sudah terlebih dahulu meninggalkan Batam,” jelasnya, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, ada 225 mahasiswa asal Papua yang mengalami kesulitan hidup di Batam.

Iman Elabi mengatakan, sampai saat ini belum ada sama sekali bantuan yang mereka dapatkan dari Pemda.

Mahasiswa asal papua yang kesulitan akomodasi kini tinggal di rumah liar dekat Botania, Batam Center. Foto: Istimewa

Padahal, mahasiswa asal Papua di daerah lain, seperti di Jawa, diperhatikan penuh oleh Pemda Papua.

Mereka lanjutnya didukung penuh dengan berbagai bantuan, akomodasi, serta difasilitasi untuk pulang ke kampung halamannya.

”Perhatian dan kepedulian pemerintah daerah di Papua tempat asal kami tinggal inilah
yang kami inginkan. Semoga dengan suara kami ini, ada dari pemerintah daerah di Papua memperhatikan nasib mahasiswa asal Papua yang masih di Batam,” terangnya.

Saat ini kata dia, mereka terpaksa tinggal di rumah liar (ruli) dekat Botania, Batam Center.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan seharo-sehari sebagian dari mereka bekerja serabutan.

Sementara, mahasiswa asal Papua di Kota Batam, Permon Asso, yang datang ke kantor
redaksi Batam Pos didampingi rekan-rekannya juga mengaku saat ini nasib mahasiswa asal Papua di Batam terkatungkatung dan terpaksa tinggal di ruli.

”Kami harus tetap rukun bersatu demi satu sama lainnya untuk melewati kesulitan yang kami alami saat ini,” tuturnya.

Iman sangat berharap, Pemda Papua mau memberikan perhatian kepada mereka yang berada di Kota Batam.

“Kenapa daerah lain, mahasiswa asal Papua diperhatikan sepenuhnya, dibantu habis-habisan, sedangkan di Batam ini kami tak diperhatikan oleh pemerintah daerah Papua,” tanya Permon Asso.(gas)

Update