Minggu, 26 April 2026

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kepri Tidak Bertambah

Berita Terkait

batampos.co.id – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, penularan Covid-19 antar warga (transmisi lokal) tak ada penambahan.

Sementara daftar positif Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang, Batam, bertambah satu kasus.

“Hari ini (kemarin, red) tidak ada penambahan kasus positif untuk lokal. Namun, terjadi penambahan di RS Khusus Infeksi Covid-19 di Galang, Batam. Secara keseluruhan untuk lokal tercatat 54 kasus, sedang di RS Galang 29 kasus,” sebut Tjetjep, Jumat (24/4/2020) di Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri itu menjelaskan, perkembangan kasus Covid-19 Provinsi Kepri, secara komulatif jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga terjadi peningkatan di Tanjungpinang dan Batam.

Secara keseluruhan PDP di Kepri sebanyak 276 orang. Kemudian Orang Dalam Penga-
wasan (ODP) juga terjadi peningkatan menjadi 3.004 orang.

Risti (dua dari kanan) bersama bayinya diperbolehkan pulang dari lokasi karantina di Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang. Risti adalah TKI yang pulang dari Malaysia, sehingga harus menjalani karantina bersama bayinya selama 14 hari. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sedangkat Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini tercatat 1.768 orang.

 

“Yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test sebanyak 76 orang. Sedangkan jumlah
pasien yang sembuh 9 orang. Sementara yang meninggal sebanyak 8 orang,” jelasnya.

Ditambahkannya, di Batam ada 22 pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Kemudian di Tanjungpinang ada dua yang dirawat.

Sedangkan yang dikarantina sebanyak 11 orang. Begitu juga di Bintan dan Karimun, pasien positif Covid-19 juga dirawat di rumah sakit.

Di Tanjungpinang selesai diisolasi di rumah ada juga yang di rumah singgah.

“Mereka yang dirawat terpisah ini karena kondisinya stabil. Salah satu yang sedang dirawat di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang adalah Wali Kota Tanjungpinang,” kata Tjetjep.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit
(BTKLPP) Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, mengatakan, uji sampel swab menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) memang sempat terhenti akibat habisnya stok reagen.

“Tapi sudah masuk lagi 200 unit. Langsung kita gunakan untuk uji sampel swab yang
sudah banyak masuk,” ujar Slamet.

Hasil uji swab ini nanti akan diserahkan ke Tim Gugus Tugas masing-masing untuk diumumkan dan ditindaklanjuti.(jpg/ska)

Update